Kelengkapan dokumen biasanya menjadi faktor pertama yang menentukan kesiapan sertifikasi aki. Pabrik domestik dan luar negeri memiliki paket dokumen dasar yang mirip, tetapi produk impor membutuhkan tambahan legalitas Perwakilan Resmi dan, jika ditunjuk, importir tersendiri.
Legalitas perusahaan dan lokasi produksi
Pabrik menyiapkan akta atau sertifikat pendirian, perizinan kegiatan manufaktur, nama legal, alamat, serta identitas lokasi produksi. Untuk pabrik luar negeri, rancangan mengatur legalisasi dokumen tertentu dan terjemahan Bahasa Indonesia yang sesuai ketentuan.
Jika produsen mempunyai lebih dari satu lokasi, setiap lokasi perlu dipetakan karena sertifikasi tidak dapat diasumsikan mencakup seluruh pabrik dalam satu nama perusahaan.
Sertifikat sistem manajemen dan fasilitas
Siapkan ISO 9001:2015 dan/atau IATF 16949:2016 serta ISO 14001:2015. Daftar fasilitas proses, peralatan pengujian dan pengendalian mutu juga diperlukan untuk evaluasi pabrik.
Audit pabrik pada skema Tipe 5 menguji penerapan sebenarnya sehingga dokumen kertas harus sesuai dengan kondisi operasional produksi.
Merek, lisensi dan identitas AR
Bukti kepemilikan merek kelas 9, perjanjian lisensi dan pencatatan DJKI perlu diperiksa menurut struktur merek. Untuk produsen asing, dokumen AR meliputi akta perusahaan, NIB/perizinan, akta penunjukan, penguasaan gudang, dan SIINas.
Kasus OEM, maklun atau kerja sama merek memerlukan pemetaan tambahan karena pemilik merek tidak selalu sama dengan produsen.
Daftar model dan dokumen teknis
Buat tabel setiap model yang mencakup merek, tipe, tegangan, kapasitas, teknologi, kategori kendaraan, label dan spesifikasi. Katalog, foto, laporan uji, serta informasi formula/desain membantu penetapan kelompok sampel.
Jika AR menunjuk importir, dokumen legal importir harus dilengkapi sesuai jalur perakitan atau purnajual. Jangan mengasumsikan satu checklist importir berlaku untuk semua.
Pemisahan dokumen menurut pemegangnya
Pisahkan folder dokumen menjadi empat pemilik: pabrik, pemilik merek, Perwakilan Resmi, dan importir. Untuk dokumen bersama, tulis nama pihak penerbit, masa berlaku serta hubungan hukum yang dijelaskan. Hal ini mencegah kontrak pembelian dianggap sebagai pengganti lisensi merek, atau NIB importir dianggap sebagai pengganti izin manufaktur pabrik.
Pada tahap pemeriksaan akhir, cek bahwa alamat dan nama perusahaan konsisten di seluruh dokumen. Jika ada perbedaan alamat kantor dan lokasi produksi, jelaskan keduanya dalam daftar dokumen. Keterlacakan ini penting untuk audit, penunjukan, dan penelusuran barang impor.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bolehkah mengajukan hanya dengan katalog?
Tidak cukup untuk menilai keseluruhan kesiapan. Dokumen legal pabrik, merek, mutu dan pihak pemohon juga diperlukan.
Apakah laporan uji IEC dapat dipakai?
Kemungkinan pemanfaatan bergantung pada ketentuan skema, usia laporan, ruang lingkup laboratorium dan parameter tambahan.
Artikel Terkait
- Jasa Sertifikasi SNI Aki Mobil dan Motor di Indonesia
- SNI Aki Mobil: Persyaratan SNI 38:2025
- SNI Aki Motor: Persyaratan SNI 4326:2025
Konsultasi Sertifikasi SNI Aki Kendaraan
Kirimkan daftar model, informasi manufaktur, sertifikat mutu, dokumen merek, serta rencana AR atau importir untuk pemeriksaan awal. Biruni Consulting dapat membantu menilai persyaratan dan kesiapan dokumen sebelum pengajuan.
Catatan: ketentuan pemberlakuan SNI wajib aki yang dijelaskan sebagai rancangan perlu diperiksa kembali terhadap peraturan final dan tanggal berlakunya. Keputusan sertifikasi, hasil uji, serta waktu penyelesaian tidak dijamin.