Aki mobil atau baterai starter berbahan asam timbal memiliki karakteristik yang berbeda dari baterai cadangan daya dan baterai traksi. Untuk produk yang digunakan pada kendaraan kategori M, N, dan O, SNI 38:2025 menjadi standar teknis yang perlu diperiksa saat menyusun rencana pemenuhan persyaratan pasar Indonesia.
Cakupan kendaraan kategori M, N, dan O
Kategori M pada umumnya berhubungan dengan kendaraan pengangkut orang, sedangkan N berkaitan dengan kendaraan barang. Kategori O adalah kelompok gandengan atau tempelan menurut klasifikasi kendaraan. Rancangan aki membahas baterai untuk starter, pengapian dan penerangan dengan tegangan nominal 12 V.
Untuk kendaraan dengan sistem kelistrikan lebih tinggi, pabrik perlu memeriksa tegangan nominal unit aki yang sebenarnya. Dua aki 12 V yang digunakan dalam sistem 24 V tidak sama dengan satu aki bertegangan nominal 24 V.
Memahami Ah, C20 dan arus starter
Kapasitas 45 Ah, 60 Ah atau 100 Ah tidak boleh dibaca sebagai daya dalam watt. Dalam standar mobil, kapasitas nominal dengan laju 20 jam (C20) merupakan salah satu parameter teknis. Informasi tambahan seperti cold-cranking current, reserve capacity dan daya tahan juga dapat menjadi bagian spesifikasi.
Pabrik sebaiknya memberikan datasheet resmi dengan istilah dan metode pengujian, bukan hanya foto label atau katalog pemasaran.
Tipe aki dan grouping pengujian
Rancangan mengelompokkan SNI 38:2025 menurut Tipe 1, Tipe 2 dan Tipe 3. Rentang kapasitas untuk Tipe 1 berbeda dari Tipe 2 dan Tipe 3. Karena itu, sepuluh model dengan kapasitas berbeda belum tentu menghasilkan sepuluh kelompok sampling.
Pengelompokan tidak hanya berdasarkan Ah, melainkan perlu mempertimbangkan merek, desain, teknologi dan ketentuan lain yang diatur dalam lampiran.
Persiapan perusahaan dan audit
Dokumen yang perlu diperiksa meliputi legalitas pabrik, ISO 9001 atau IATF 16949, ISO 14001, kepemilikan merek kelas 9, lokasi manufaktur, proses produksi dan kemampuan pengujian. Untuk pabrik luar negeri, rencana AR Indonesia juga perlu disusun.
Sistem sertifikasi Tipe 5 dalam rancangan memasukkan audit produksi dan pengujian oleh pihak yang memenuhi persyaratan. Pelaksanaan nyata bergantung pada aturan final dan lembaga yang ditunjuk.
Contoh pemeriksaan produk aki mobil
Misalnya satu pabrik mempunyai aki starter 12 V 45 Ah dan 12 V 55 Ah. Meskipun sama-sama aki mobil, kapasitas tersebut berada pada rentang yang berbeda untuk pengelompokan Tipe 1 menurut rancangan. Jika produsen memiliki 70 Ah dan 100 Ah, kemampuan untuk menggabungkan model tidak bisa diputuskan dari angka Ah saja.
Minta kode tipe resmi, teknologi, diagram terminal, daftar merek, negara pembuatan, serta identifikasi jika produk dirancang untuk start-stop. Pabrik wajib menjelaskan apakah nilai performa berasal dari pengukuran dengan metode standar yang sesuai, sehingga informasi laboratorium tidak saling bertentangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah aki 12 V 45 Ah otomatis masuk SNI 38:2025?
Tidak. Pastikan dulu bahan lead-acid, fungsi starter, kategori kendaraan, dan kesesuaian standar.
Apakah produk 100 Ah satu grup dengan 45 Ah?
Belum tentu. Rentang kapasitas dan klasifikasi tipe harus diperiksa terlebih dahulu.
Artikel Terkait
- Jasa Sertifikasi SNI Aki Mobil dan Motor di Indonesia
- SNI Aki Motor: Persyaratan SNI 4326:2025
- Rancangan SNI Wajib Aki Kendaraan: Apa yang Perlu Disiapkan?
Konsultasi Sertifikasi SNI Aki Kendaraan
Kirimkan daftar model, informasi manufaktur, sertifikat mutu, dokumen merek, serta rencana AR atau importir untuk pemeriksaan awal. Biruni Consulting dapat membantu menilai persyaratan dan kesiapan dokumen sebelum pengajuan.
Catatan: ketentuan pemberlakuan SNI wajib aki yang dijelaskan sebagai rancangan perlu diperiksa kembali terhadap peraturan final dan tanggal berlakunya. Keputusan sertifikasi, hasil uji, serta waktu penyelesaian tidak dijamin.