Panduan memahami transmission power pada mainan wireless dan kaitannya dengan Sertifikasi Postel/DJID di Indonesia
Daya pancar atau transmission power merupakan salah satu parameter penting ketika menilai mainan anak yang menggunakan remote control RF, Bluetooth, WiFi, atau teknologi komunikasi wireless lainnya.
Pada mainan remote control, daya pancar terutama berkaitan dengan transmitter yang terdapat pada remote controller. Pada mainan Bluetooth atau WiFi, daya pancar dapat berasal dari wireless module yang terpasang di dalam mainan.
Namun, besar atau kecilnya daya pancar tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan apakah suatu produk membutuhkan Sertifikasi Postel/DJID. Assessment juga perlu melihat operating frequency, teknologi radio, bandwidth, modulation, antenna, transmitter/receiver configuration, serta Standar Teknis yang berlaku.
Kerangka utama sertifikasi perangkat telekomunikasi saat ini tetap Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024, yang berstatus berlaku dan mencabut Permenkominfo Nomor 16 Tahun 2018. JDIH Kemkomdigi
Apa yang Dimaksud Daya Pancar?
Daya pancar menunjukkan besarnya energi radio yang dikeluarkan transmitter ketika mengirimkan sinyal.
Nilainya dapat dinyatakan dalam mW (milliwatt) atau dBm.
Sebagai gambaran teknis:
- 1 mW = 0 dBm.
- 10 mW = 10 dBm.
- 100 mW = 20 dBm.
Namun, angka pada datasheet belum tentu dapat langsung dibandingkan karena manufacturer atau laboratory dapat menyatakan parameter dalam bentuk conducted power, ERP, EIRP, peak power, atau average power.
Karena itu, ketika melakukan assessment Postel, metode pengukuran dan satuan yang digunakan pada RF test report juga perlu diperiksa.
Mengapa Daya Pancar Penting untuk Mainan Wireless?
Transmission power berhubungan dengan karakteristik radio dan potensi jangkauan komunikasi.
Mainan dengan output power lebih tinggi secara umum dapat mempunyai komunikasi yang lebih kuat, tetapi jarak aktual juga dipengaruhi oleh antenna, receiver sensitivity, lingkungan, interference, dan desain produk.
Dari sisi regulasi, operating frequency dan transmission power digunakan untuk menentukan apakah radio configuration sesuai dengan Standar Teknis Indonesia.
Karena itu, informasi seperti “2.4 GHz” saja belum cukup. Perlu diketahui juga berapa output power transmitter dan teknologi apa yang digunakan pada pita tersebut.
Daya Pancar Mainan Remote Control
Pada mainan remote control, transmitter biasanya berada pada controller.
Ketika pengguna menggerakkan joystick atau menekan tombol, controller mengirimkan sinyal radio kepada receiver pada mainan.
Assessment perlu mengetahui operating frequency dan transmission power dari controller tersebut.
Untuk mainan mobil, truk, excavator, tank, motor, kereta, dinosaur, atau racing toy, remote controller sebaiknya selalu diperiksa bersama unit mainannya.
Hal ini penting karena unit mainan dapat saja hanya memiliki receiver, sementara parameter RF utama justru terdapat pada remote controller.
Mainan dengan Komunikasi Dua Arah
Tidak semua mainan menggunakan komunikasi satu arah.
Beberapa smart toys dapat menggunakan sistem bidirectional atau two-way communication. Dalam konfigurasi tersebut, remote controller maupun unit mainan dapat berfungsi sebagai transmitter.
Misalnya, kendaraan dapat mengirimkan informasi status, sensor, telemetry, atau data tertentu kembali kepada controller atau aplikasi.
Jika demikian, transmission power pada kedua sisi komunikasi perlu diperiksa.
Assessment tidak sebaiknya hanya melihat output power remote controller apabila unit mainan juga mempunyai transmitter aktif.
Daya Pancar dan Short Range Device
Banyak mainan wireless menggunakan teknologi yang dapat berkaitan dengan kategori Short Range Device atau SRD.
DJID masih mencantumkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Devices dalam daftar regulasi teknisnya. Daftar yang sama juga mencantumkan Kepmenkomdigi Nomor 12 Tahun 2025 untuk RLAN/WiFi. Postel
Istilah Short Range Device tidak berarti bahwa seluruh produk menggunakan batas daya pancar yang sama.
Persyaratan dapat berbeda berdasarkan frequency band, radio technology, penggunaan perangkat, serta kategori teknis yang berlaku.
Karena itu, angka transmission power harus selalu dibaca bersama operating frequency dan applicable Technical Standard.
Apakah Daya Pancar di Bawah 10 mW Bebas Postel?
Tidak otomatis.
Ini merupakan salah satu hal yang paling sering disalahartikan dalam assessment produk wireless.
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 memiliki ketentuan khusus untuk alat atau perangkat lain yang memiliki fitur telekomunikasi dengan daya pancar di bawah 10 mW dan hanya memiliki satu fitur telekomunikasi yang sama.
Dalam kondisi yang memenuhi kriteria regulasi, satu Sertifikat dapat berlaku untuk lebih dari satu varian tertentu. JDIH Kemkomdigi
Artinya, ketentuan di bawah 10 mW tersebut berhubungan dengan cakupan beberapa varian dalam satu Sertifikat.
Ketentuan itu bukan pernyataan bahwa seluruh mainan dengan daya pancar di bawah 10 mW otomatis bebas Sertifikasi Postel/DJID.
10 mW Bukan Batas Universal Semua Mainan
Angka 10 mW juga tidak sebaiknya dipahami sebagai satu-satunya batas daya untuk seluruh teknologi radio.
Batas teknis berbeda menurut teknologi dan Standar Teknis yang digunakan.
Sebagai ilustrasi dari Sertifikat DJID yang masih berlaku pada 2026, satu game controller yang menggunakan Bluetooth dan NFC mencantumkan Bluetooth dengan daya pancar di bawah 100 mW, sementara NFC pada perangkat yang sama tercatat di bawah 10 mW. Keduanya tetap tercantum dalam satu Sertifikat DJID dengan referensi Standar Teknis SRD. sertifikasi.postel.go.id
Contoh tersebut menunjukkan bahwa angka power perlu dilihat dalam konteks teknologi radio yang digunakan, bukan sebagai satu batas umum untuk seluruh wireless device.
Daya Pancar Bluetooth pada Mainan
Bluetooth banyak digunakan pada smart toy, educational toy, robot, atau mainan yang dikendalikan melalui aplikasi smartphone.
Dalam assessment, perlu diperiksa Bluetooth version, frequency range, output power, module, antenna, serta enabled radio mode.
Sertifikat DJID yang diterbitkan pada 2026 masih menggunakan KM Kominfo Nomor 260 Tahun 2024 sebagai referensi untuk perangkat Bluetooth. Sebagai contoh, sejumlah Sertifikat yang berlaku mencantumkan Bluetooth pada 2.4 GHz dengan daya pancar di bawah 100 mW. sertifikasi.postel.go.id
Namun, angka yang tercantum pada suatu Sertifikat tidak boleh otomatis digunakan sebagai spesifikasi produk lain. Exact product tetap perlu dinilai berdasarkan test report dan konfigurasi radionya.
Daya Pancar WiFi pada Mainan
Beberapa mainan menggunakan WiFi untuk kamera, video streaming, aplikasi smartphone, atau komunikasi data.
Untuk RLAN/WiFi, standar teknis yang digunakan berbeda dari proprietary RF sederhana atau Bluetooth.
Daftar acuan teknis e-Sertifikasi DJID saat ini mencatat Kepmenkomdigi Nomor 12 Tahun 2025 sebagai acuan yang berlaku untuk Radio Local Area Network. sertifikasi.postel.go.id
Karena itu, apabila mainan memiliki remote control RF sekaligus WiFi, output power setiap radio harus diperiksa terhadap standar teknisnya masing-masing.
Tidak tepat menggunakan batas power remote control untuk menilai radio WiFi, atau sebaliknya.
Conducted Power dan EIRP
Dalam datasheet atau RF test report dapat ditemukan beberapa istilah mengenai daya.
Conducted power mengacu pada daya yang dihasilkan transmitter sebelum memperhitungkan karakteristik antenna.
Sementara EIRP memperhitungkan transmitter power dan gain antenna terhadap referensi isotropik.
Karena itu, dua perangkat dengan conducted output power yang sama belum tentu memiliki effective radiated power yang sama apabila antenna gain berbeda.
Dalam review dokumen Sertifikasi Postel, penting memastikan parameter apa yang sebenarnya dilaporkan oleh laboratory atau manufacturer.
Antenna Memengaruhi Assessment Daya Pancar
Antenna tidak dapat dipisahkan dari assessment RF.
Manufacturer dapat menggunakan PCB antenna, chip antenna, wire antenna, external antenna, atau desain antenna lainnya.
Jika wireless module diuji menggunakan satu jenis antenna tetapi final toy menggunakan konfigurasi antenna berbeda, hasil pengujian module perlu ditinjau kembali terhadap final product.
Karena itu, module certificate atau module test report tidak selalu cukup tanpa mengetahui bagaimana module tersebut dipasang pada mainan.
Daya Pancar pada Module dan Final Product
Wireless module biasanya memiliki specification sheet yang menyebut maximum output power.
Namun, final product dapat menggunakan firmware atau configuration setting yang membatasi power pada nilai berbeda.
Sebaliknya, perubahan firmware atau radio setting juga dapat menyebabkan konfigurasi final product berbeda dengan konfigurasi yang diuji.
Karena itu, assessment sebaiknya membandingkan:
- Module datasheet.
- RF test report.
- Antenna configuration.
- Firmware atau radio setting.
- Final product specification.
Perbandingan tersebut membantu memastikan nilai transmission power yang digunakan dalam proses sertifikasi sesuai dengan produk yang benar-benar dipasarkan.
Apakah Power pada Datasheet Sudah Cukup?
Belum tentu.
Datasheet sering mencantumkan maximum RF output power, tetapi Sertifikasi DJID membutuhkan penilaian terhadap kesesuaian produk dengan Standar Teknis berdasarkan dokumentasi yang dapat diverifikasi.
Portal e-Sertifikasi NextGen saat ini mewajibkan Laporan Hasil Uji atau test report serta dokumen spesifikasi teknis sebagai bagian dari persyaratan umum Sertifikasi baru. sertifikasi.postel.go.id
Karena itu, datasheet berguna untuk assessment awal, tetapi nilai daya pancar sebaiknya dikonfirmasi melalui RF test report ketika proses sertifikasi dilakukan.
RF Test Report dan Transmission Power
RF test report merupakan dokumen penting untuk memeriksa output power.
Report biasanya menunjukkan hasil pengukuran pada channel atau frequency tertentu, test mode, modulation, bandwidth, dan kondisi pengujian.
Untuk mainan wireless, report perlu sesuai dengan exact transmitter atau module yang digunakan.
Jika mainan menggunakan proprietary RF pada controller dan Bluetooth pada unit mainan, kedua radio tersebut dapat memerlukan technical evidence yang berbeda.
Keberadaan CE atau FCC report dapat membantu assessment, tetapi laporan tersebut tetap perlu diperiksa terhadap persyaratan dan Standar Teknis DJID yang berlaku.
Mainan dengan Beberapa Teknologi Wireless
Satu mainan dapat memiliki beberapa transmitter.
Contohnya, racing car dapat menggunakan proprietary RF untuk steering sekaligus WiFi untuk kamera. Smart robot dapat menggunakan Bluetooth untuk aplikasi dan RF controller untuk kendali utama.
Dalam kondisi tersebut, tidak ada satu nilai transmission power yang dapat mewakili seluruh produk.
Setiap radio perlu dipetakan berdasarkan teknologi, operating frequency, output power, module, dan antenna.
Assessment menjadi lebih penting karena setiap radio dapat mengacu pada Standar Teknis yang berbeda.
Perubahan Daya Pancar Antar-Model
Dua mainan yang terlihat identik belum tentu memiliki transmission power yang sama.
Supplier dapat menggunakan RF chipset berbeda, firmware berbeda, atau controller berbeda untuk setiap production batch atau target market.
Karena itu, model grouping untuk Sertifikasi sebaiknya tidak hanya melihat casing dan warna.
Frequency, transmission power, RF module, antenna, remote controller, wireless functionality, merek, tipe, dan country of manufacture perlu dibandingkan.
Dokumen untuk Assessment Daya Pancar
Untuk memeriksa transmission power mainan anak, perusahaan sebaiknya menyiapkan beberapa dokumen utama:
- Product dan remote-controller photos.
- Product datasheet.
- RF atau wireless module datasheet.
- RF test report.
- Operating frequency dan transmission power.
- Antenna specification.
Jika produk mempunyai Bluetooth, WiFi, dan proprietary RF sekaligus, dokumen untuk masing-masing radio sebaiknya tersedia.
Portal Sertifikasi DJID saat ini juga mensyaratkan test report, dokumen spesifikasi teknis, Declaration of Conformity, serta foto berwarna perangkat untuk permohonan Sertifikat baru. sertifikasi.postel.go.id
Jangan Menurunkan Power Hanya untuk Menghindari Sertifikasi
Mengurangi output power tidak otomatis membuat suatu mainan keluar dari ruang lingkup Sertifikasi Postel.
Kesesuaian tetap ditentukan dari fungsi telekomunikasi, konfigurasi produk, operating frequency, applicable Technical Standard, serta aturan sertifikasi.
Ketentuan di bawah 10 mW dalam Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 tidak boleh digunakan sebagai dasar untuk menyimpulkan bahwa produk otomatis exempt. JDIH Kemkomdigi
Karena itu, keputusan sertifikasi sebaiknya dilakukan melalui technical assessment, bukan hanya dengan melihat satu angka output power.
Daya Pancar dan Jangkauan Remote Control
Transmission power memang berpengaruh terhadap link budget, tetapi jangkauan remote tidak ditentukan oleh power saja.
Antenna efficiency, receiver sensitivity, modulation, interference, obstacle, battery voltage, dan desain PCB juga berpengaruh.
Karena itu, klaim seperti “range 50 meter” atau “range 100 meter” pada packaging tidak dapat digunakan sebagai pengganti data RF.
Untuk Sertifikasi Postel, parameter teknis dari datasheet dan test report lebih relevan daripada marketing range.
Pentingnya Assessment Sebelum Import
Transmission power sebaiknya diperiksa sebelum purchase order besar atau shipment.
Jika importer hanya mengetahui bahwa mainan menggunakan “2.4G” tetapi tidak mempunyai informasi mengenai output power, module, atau test report, ruang lingkup sertifikasi belum dapat ditentukan dengan baik.
Assessment lebih awal membantu perusahaan memastikan frequency, power, controller, antenna, RF report, dan model grouping sesuai sebelum barang diproduksi atau dikirim.
Hal ini juga mengurangi risiko perbedaan antara actual product, RF report, datasheet, packaging, dan Sertifikat DJID/SDPPI.
Kesimpulan
Daya pancar mainan anak merupakan salah satu parameter penting dalam Sertifikasi Postel/DJID, tetapi bukan satu-satunya faktor.
Assessment perlu melihat transmission power bersama operating frequency, transmitter, receiver, modulation, RF module, antenna, wireless technology, dan Standar Teknis yang berlaku.
Mainan dengan daya pancar di bawah 10 mW tidak otomatis bebas Sertifikasi Postel. Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 menggunakan kondisi di bawah 10 mW dalam ketentuan tertentu mengenai cakupan beberapa varian dalam satu Sertifikat, bukan sebagai pengecualian umum dari kewajiban sertifikasi. JDIH Kemkomdigi
Karena itu, RF datasheet dan test report perlu direview sebelum menentukan kebutuhan Sertifikasi DJID/SDPPI untuk mainan wireless.
Hubungi Biruni Consulting
Biruni Consulting membantu assessment dan sertifikasi DJID/SDPPI untuk mainan anak wireless dan berbagai produk wireless yang akan diimpor atau dipasarkan di Indonesia.
Layanan kami meliputi:
- Assessment kebutuhan sertifikasi DJID/SDPPI.
- Assessment transmitter dan receiver.
- Review spesifikasi RF.
- Analisis frekuensi dan daya pancar.
- Review dokumen teknis.
- Persiapan dokumen sertifikasi.
- Koordinasi pengujian apabila diperlukan.
- Pendampingan Sertifikasi DJID/SDPPI.
Jika Anda memiliki mainan anak wireless, Anda dapat menyiapkan foto produk, merek, model, datasheet, spesifikasi RF, dan datasheet modul wireless untuk dilakukan assessment awal terhadap kebutuhan Sertifikasi Postel.
