Panduan Standar, Sertifikasi, Pengujian, HS Code, dan Persyaratan MCB untuk Sistem Arus Searah
MCB DC atau Miniature Circuit Breaker Direct Current merupakan pemutus sirkit yang digunakan untuk memberikan proteksi terhadap arus lebih dan hubung pendek pada sistem listrik arus searah. Produk ini banyak digunakan pada instalasi panel surya, battery energy storage system, sistem telekomunikasi, control panel DC, kendaraan listrik, charging system, UPS, dan berbagai instalasi tegangan rendah berbasis DC.
Penentuan SNI untuk MCB DC memerlukan perhatian khusus karena standar untuk MCB AC tidak otomatis dapat diterapkan pada produk DC. Indonesia mempunyai SNI 04-6507.2-2002 – Pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih pada instalasi rumah tangga dan sejenisnya – Bagian 2: Pemutus sirkit untuk operasi arus bolak-balik dan arus searah, dan BSN saat ini masih mencatat standar tersebut berstatus berlaku. Pesta
Di sisi lain, pemberlakuan SNI wajib MCB berdasarkan Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2021 mencantumkan SNI 8528-1:2018, yaitu standar untuk MCB operasi arus bolak-balik atau AC. Karena itu, MCB DC murni tidak boleh langsung disimpulkan mempunyai skema SNI wajib yang sama dengan MCB AC hanya karena bentuk, rating arus, atau HS Code-nya serupa. JDIH ESDM
Assessment perlu dilakukan terhadap tegangan DC, arus pengenal, jumlah pole, breaking capacity, intended use, standar pabrikan, HS Code, serta apakah produk dirancang berdasarkan IEC 60898-2, IEC 60898-3, IEC 60947-2, atau standar lainnya.
Apa Itu MCB DC?
MCB DC adalah circuit breaker berukuran relatif kecil yang dirancang untuk memutus arus listrik ketika terjadi overload atau short circuit pada sistem direct current.
Berbeda dengan sistem AC, arus DC tidak mempunyai zero crossing alami setiap setengah siklus. Kondisi tersebut membuat pemadaman busur listrik pada saat kontak breaker membuka menjadi lebih menantang.
Karena itu, circuit breaker DC harus mempunyai konstruksi pemadaman busur, jarak kontak, magnetic system, terminal arrangement, dan rating tegangan yang sesuai untuk aplikasi DC.
MCB DC banyak ditemukan pada:
- Solar photovoltaic dan combiner box.
- Battery dan energy storage system.
- DC distribution panel.
- Telekomunikasi dan data center.
- EV charging dan sistem kendaraan listrik.
Produk yang digunakan pada aplikasi tersebut tidak selalu berada dalam kategori sertifikasi yang sama sehingga intended use perlu diketahui sejak awal.
SNI untuk MCB DC
Standar nasional yang secara eksplisit membahas operasi AC dan DC adalah SNI 04-6507.2-2002.
Judul resminya adalah Pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih pada instalasi rumah tangga dan sejenisnya – Bagian 2: Pemutus sirkit untuk operasi arus bolak-balik dan arus searah. BSN mencatat standar tersebut berstatus berlaku. Pesta
Standar tersebut berkaitan dengan keluarga IEC 60898 dan menjadi salah satu referensi penting ketika produk memang dirancang sebagai circuit breaker untuk household and similar installations dengan kemampuan operasi DC.
Namun, keberadaan SNI tersebut tidak dengan sendirinya berarti SNI 04-6507.2-2002 saat ini diberlakukan wajib untuk seluruh MCB DC di Indonesia. Status suatu standar sebagai SNI yang berlaku harus dibedakan dari status pemberlakuannya sebagai SNI wajib.
Apakah MCB DC Wajib SNI?
Ini merupakan bagian yang perlu diperhatikan secara hati-hati.
Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2021 saat ini masih menjadi regulasi standardisasi di bidang ketenagalistrikan yang berlaku. Untuk kategori Pemutus Sirkit Proteksi Arus Lebih atau Miniature Circuit Breaker (MCB), regulasi tersebut mencantumkan SNI 8528-1:2018, yaitu standar pemutus sirkit untuk operasi AC. JDIH Kemenkoinfra
Ruang lingkup MCB dalam regulasi tersebut antara lain MCB untuk instalasi rumah tangga dan sejenis, tegangan pengenal tidak lebih dari 440 V antarfase, arus pengenal tidak lebih dari 125 A, serta kapasitas hubung pendek pengenal tidak lebih dari 25.000 A. Pos tarif yang dicantumkan adalah ex 8536.20.91 dan ex 8536.20.99. JDIH ESDM
Namun, SNI 8528-1 merupakan standar untuk operasi arus bolak-balik. BSN bahkan telah mengganti SNI 8528-1:2018 dengan SNI 8528-1:2022, yang mengadopsi IEC 60898-1:2019 dan tetap berjudul pemutus sirkit untuk operasi AC. SNI 8528-1:2022 saat ini berstatus berlaku, sementara SNI 8528-1:2018 tercatat tidak berlaku dalam katalog BSN. Pesta
Karena itu, untuk MCB DC murni, perusahaan tidak sebaiknya otomatis mengajukan SNI 8528-1 hanya karena produk disebut MCB. Jenis arus yang dapat diputus oleh produk harus diperiksa terlebih dahulu.
Perbedaan SNI MCB AC dan MCB DC
MCB AC dan MCB DC dapat memiliki bentuk luar yang sangat mirip. Keduanya dapat mempunyai DIN-rail mounting, toggle yang sama, dan rating arus seperti 10 A, 16 A, 20 A, 32 A, atau 63 A.
Namun, perbedaannya berada pada kemampuan pemutusan serta konstruksi internal.
Untuk household and similar circuit breaker, SNI 8528-1:2022 adalah standar aktif untuk operasi AC. Pesta
Sementara itu, SNI 04-6507.2-2002 secara eksplisit membahas circuit breaker untuk operasi AC dan DC. Pesta
Karena itu, label seperti “AC 230/400 V” dan “DC 250 V” bukan sekadar informasi pemasaran. Rating tersebut berkaitan dengan kemampuan breaker memutus arus dengan aman pada sistem yang berbeda.
SNI 8528-1:2022 Bukan Standar Khusus MCB DC
SNI 8528-1:2022 mempunyai judul Lengkapan listrik – Pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih untuk instalasi rumah tangga dan sejenis – Bagian 1: Pemutus sirkit untuk operasi AB, dengan AB berarti arus bolak-balik. Standar tersebut mengadopsi IEC 60898-1:2019 dengan modifikasi. Pesta
Dengan demikian, apabila sebuah produk hanya memiliki rating DC dan tidak mempunyai rating AC yang sesuai dengan ruang lingkup standar, perusahaan perlu berhati-hati sebelum menggunakan SNI 8528-1 sebagai dasar sertifikasi.
Sebaliknya, apabila breaker mempunyai dual rating AC/DC, kedua kemampuan tersebut perlu diperiksa terhadap konstruksi, marking, laporan pengujian, serta standar yang digunakan manufacturer.
SNI 04-6507.2-2002 untuk Operasi AC dan DC
SNI 04-6507.2-2002 merupakan standar yang secara spesifik menyebut operasi arus bolak-balik dan arus searah pada pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih instalasi rumah tangga dan sejenis.
BSN masih mencatat SNI ini sebagai standar yang berlaku. Pesta
Standar ini penting dalam assessment MCB DC karena memberikan dasar nasional untuk circuit breaker pada aplikasi AC/DC dalam keluarga standar IEC 60898.
Namun, sekali lagi perlu dibedakan antara standar tersedia dan aktif dengan standar yang diberlakukan wajib melalui regulasi teknis. Saat ini daftar MCB wajib pada Permen ESDM No. 7 Tahun 2021 menunjuk SNI 8528-1:2018 untuk operasi AC, bukan SNI 04-6507.2-2002. JDIH ESDM
Karena itu, kebutuhan sertifikasi MCB DC harus diperiksa berdasarkan konfigurasi produk dan skema yang tersedia pada lembaga sertifikasi.
IEC 60898-3 untuk MCB DC
Pada tingkat internasional terdapat IEC 60898-3:2019 – Electrical accessories – Circuit-breakers for overcurrent protection for household and similar installations – Part 3: Circuit-breakers for DC operation.
Standar IEC tersebut secara eksplisit membahas circuit breaker untuk operasi DC.
Menariknya, IEC 60898-3:2019 juga tercantum dalam Permen ESDM Nomor 22 Tahun 2021 sebagai salah satu standar teknis terkait penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Regulasi yang sama juga mencantumkan IEC 60947-2 untuk circuit breaker. JDIH ESDM
Namun, pencantuman IEC 60898-3 dalam regulasi infrastruktur kendaraan listrik tidak otomatis berarti bahwa IEC tersebut telah menjadi SNI wajib umum untuk setiap MCB DC yang dijual di Indonesia.
Konteks penggunaan dan regulasi produk tetap perlu dibedakan.
MCB DC untuk Solar PV
MCB DC banyak digunakan pada instalasi solar photovoltaic, terutama antara PV string, combiner box, inverter, charge controller, dan battery system.
Pada aplikasi PV, tegangan DC dapat jauh lebih tinggi daripada sistem DC kecil. Produk dapat mempunyai rating seperti 250 VDC, 500 VDC, 600 VDC, 800 VDC, hingga 1.000 VDC atau lebih, tergantung desain.
Karena itu, tidak tepat menggunakan MCB AC biasa pada rangkaian PV hanya karena rated current-nya sama.
Data yang perlu diperiksa antara lain maximum DC voltage, rated current, breaking capacity, number of poles, polarity, wiring configuration, dan standar pengujian yang digunakan manufacturer.
Untuk MCB yang dirancang khusus sebagai bagian dari PV system, assessment terhadap keseluruhan instalasi dan standar internasional yang relevan juga perlu dilakukan.
MCB DC untuk Battery dan Energy Storage
Battery bank dan battery energy storage system dapat menghasilkan arus hubung pendek yang sangat tinggi.
MCB atau circuit breaker pada sistem ini harus dipilih berdasarkan voltage, prospective short-circuit current, battery chemistry, system configuration, dan kemampuan breaker memutus arus DC.
MCB 63 A tidak otomatis cocok untuk seluruh sistem baterai 63 A. Breaking capacity dan maximum DC voltage juga harus cukup.
Pada battery system bertegangan lebih tinggi, breaker berbasis IEC 60947-2 atau kategori industrial circuit breaker dapat lebih relevan dibandingkan breaker rumah tangga berbasis IEC 60898.
Karena itu, penggunaan istilah “MCB DC” saja belum cukup untuk menentukan standar.
MCB DC dan IEC 60947-2
Untuk circuit breaker yang digunakan dalam aplikasi industrial atau mempunyai karakteristik di luar ruang lingkup household MCB, keluarga IEC 60947-2 dapat menjadi referensi yang lebih relevan.
Indonesia mempunyai SNI 04-6282.2-2002 – Perlengkapan hubung bagi dan kontrol tegangan rendah – Bagian 2: Pemutus sirkit, yang mengacu pada IEC 60947-2. Daftar SNI ketenagalistrikan ESDM mencatat standar tersebut untuk circuit breaker tegangan rendah. gatrik.esdm.go.id
Ruang lingkup standar IEC 60947-2 mencakup circuit breaker tegangan rendah dan dapat mencakup aplikasi DC pada batas tegangan yang ditentukan.
Salah satu LSPro di Indonesia juga mencantumkan sertifikasi sukarela SNI untuk MCCB berdasarkan SNI 04-6282.2-2002, dengan ruang lingkup hingga 1.000 V AC atau 1.500 V DC. actanindya.biz
Karena itu, produk DC breaker untuk industrial panel, ESS, atau aplikasi bertegangan tinggi perlu diperiksa apakah sebenarnya lebih tepat diklasifikasikan sebagai MCB household type atau circuit breaker/MCCB industrial.
MCB DC Tidak Sama dengan MCCB DC
MCB dan MCCB mempunyai fungsi dasar yang serupa, yaitu memutus arus ketika terjadi kondisi abnormal, tetapi konstruksi, rating, adjustable protection, breaking capacity, serta standar aplikasinya dapat berbeda.
MCB biasanya dikaitkan dengan aplikasi household and similar installations dalam keluarga IEC 60898.
MCCB lebih umum dikaitkan dengan switchgear and controlgear dalam IEC 60947-2.
Karena itu, produk dengan housing kecil atau DIN-rail mounting tidak sebaiknya dikategorikan hanya berdasarkan tampilan fisiknya.
Datasheet manufacturer dan standard marking perlu diperiksa.
MCB DC Polarized dan Non-Polarized
Salah satu hal penting pada DC breaker adalah polaritas.
Beberapa DC breaker mempunyai tanda + dan − pada terminal dan harus dipasang sesuai arah yang ditentukan manufacturer. Produk seperti ini dapat disebut polarized DC breaker.
Produk lain dirancang sebagai non-polarized breaker sehingga pemasangan tidak bergantung pada arah polaritas dengan cara yang sama.
Kesalahan wiring pada polarized breaker dapat memengaruhi kemampuan pemadaman busur dan keamanan saat memutus gangguan.
Karena itu, installation diagram dan marking terminal merupakan bagian penting dalam assessment MCB DC.
Jumlah Pole pada MCB DC
MCB DC tersedia dalam konfigurasi 1P, 2P, 3P, dan 4P.
Pada sistem tertentu, beberapa pole dapat dihubungkan secara seri untuk mencapai rating tegangan DC yang lebih tinggi. Namun, konfigurasi semacam ini hanya boleh digunakan apabila secara eksplisit diperbolehkan oleh manufacturer dan sesuai dengan hasil pengujian produk.
Sebagai contoh, breaker dengan satu pole yang mempunyai rating tertentu tidak boleh secara otomatis dianggap memiliki dua kali rating tegangan hanya dengan menggunakan dua pole.
Label dan wiring diagram manufacturer harus menjadi referensi utama.
Breaking Capacity MCB DC
Breaking capacity merupakan salah satu parameter penting dalam memilih MCB DC.
Rating dapat dinyatakan dalam kA dan menunjukkan kemampuan circuit breaker memutus arus gangguan pada kondisi yang ditentukan.
Pada sistem baterai dan PV, prospective short-circuit current perlu diperhitungkan dengan benar.
Breaker dengan rated current 32 A tetapi breaking capacity yang tidak mencukupi dapat menjadi tidak aman apabila prospective fault current instalasi lebih tinggi dari kemampuan pemutusannya.
Karena itu, rated current dan breaking capacity harus dianalisis secara terpisah.
Tegangan DC Tidak Boleh Disamakan dengan Tegangan AC
Sebuah MCB dengan label 230/400 V AC tidak otomatis boleh digunakan pada 230 atau 400 V DC.
Kemampuan memutus busur pada DC berbeda dari AC.
Sebaliknya, produk yang mempunyai marking AC/DC harus digunakan hanya dalam batas rating yang diberikan manufacturer.
Untuk proses sertifikasi dan product assessment, informasi seperti Ue, Ui, Uimp, rated current, breaking capacity, utilization category, serta applicable standard perlu diperiksa apabila tercantum pada datasheet.
Curve B, C, dan D pada MCB
MCB rumah tangga sering menggunakan tripping characteristic seperti curve B, C, atau D.
Karakteristik tersebut berkaitan dengan respons magnetic trip terhadap besarnya arus gangguan.
Namun, penggunaan curve tertentu pada DC tidak boleh disimpulkan hanya berdasarkan marking yang umum ditemukan pada MCB AC.
Perusahaan perlu memastikan apakah tripping curve yang dinyatakan manufacturer memang divalidasi untuk rating DC yang digunakan.
Pengujian MCB DC
Pengujian MCB DC tergantung pada standar yang digunakan, tetapi pada prinsipnya perlu membuktikan kemampuan produk bekerja secara aman pada kondisi normal maupun gangguan.
Assessment dapat mencakup marking, terminal, mechanical operation, dielectric properties, temperature rise, overcurrent tripping characteristics, endurance, serta kemampuan pemutusan short circuit.
Untuk operasi DC, kemampuan memadamkan arc menjadi salah satu aspek teknis yang sangat penting.
Sampel yang diuji perlu mewakili produk produksi massal, termasuk contact system, arc chamber, terminal, thermal-magnetic trip unit, housing material, dan internal construction.
Marking MCB DC
Marking pada breaker sebaiknya cukup jelas agar installer mengetahui batas penggunaan produk.
Informasi penting dapat mencakup rated current, rated voltage, DC symbol, pole configuration, breaking capacity, model, brand, standard reference, terminal polarity apabila berlaku, serta wiring direction apabila diperlukan.
MCB AC/DC perlu mempunyai marking yang memungkinkan pengguna membedakan rating AC dan DC.
Jangan menggunakan satu nilai voltage tanpa menjelaskan apakah rating tersebut berlaku untuk AC, DC, atau keduanya.
Product Family MCB DC
Satu manufacturer dapat mempunyai seri MCB DC dengan rating 6 A, 10 A, 16 A, 20 A, 25 A, 32 A, 40 A, 50 A, dan 63 A.
Seri tersebut juga dapat memiliki variasi 1P, 2P, 3P, dan 4P serta breaking capacity yang berbeda.
Product family assessment tidak sebaiknya hanya didasarkan pada kemiripan housing. Informasi contact system, arc chamber, trip mechanism, terminal, rated voltage, breaking capacity, number of poles, dan material juga perlu dibandingkan.
Jika produk memiliki beberapa internal construction berdasarkan current range, model representative untuk pengujian perlu ditentukan secara hati-hati.
HS Code MCB DC
MCB dan circuit breaker umumnya berada pada heading 8536, tetapi subheading perlu ditentukan berdasarkan karakteristik barang.
LAMANSITU saat ini mencantumkan kategori Pemutus Sirkit Proteksi Arus Lebih (Miniature Circuit Breaker/MCB) dengan HS Code 85362091 dan 85362099, bersama kebijakan mutu SNI 8528-1:2018 dan NPB. LAMANSITU
Namun, Permen ESDM No. 7 Tahun 2021 menggunakan istilah ex 8536.20.91 dan ex 8536.20.99. Istilah “ex” penting karena menunjukkan bahwa hanya barang tertentu di dalam pos tarif tersebut yang berada dalam ruang lingkup pemberlakuan SNI yang disebutkan. JDIH ESDM
Karena itu, sebuah DC circuit breaker yang masuk HS 85362091 atau 85362099 belum tentu otomatis tunduk pada SNI wajib AC hanya karena HS Code-nya sama. Produk dan ruang lingkup standarnya tetap harus diperiksa.
NPB untuk MCB DC
LAMANSITU saat ini mencantumkan NPB atau Nomor Pendaftaran Barang sebagai kebijakan mutu pada kategori MCB yang menggunakan HS 85362091 dan 85362099 serta SNI 8528-1:2018. LAMANSITU
Namun, untuk DC-only breaker, hubungan antara produk aktual dengan kategori kebijakan mutu tersebut harus dipastikan terlebih dahulu.
Apabila produk memang berada dalam ruang lingkup MCB wajib yang relevan, kebutuhan SNI dan NPB perlu diproses sesuai ketentuan. Apabila produknya berada di luar ruang lingkup SNI yang ditunjuk, perusahaan tidak sebaiknya mengasumsikan bahwa NPB diterapkan dengan cara yang sama tanpa assessment.
MCB DC untuk EV Charging
Sistem charging kendaraan listrik dapat menggunakan berbagai circuit breaker pada sisi AC maupun DC.
Permen ESDM Nomor 22 Tahun 2021 mencantumkan IEC 60947-2:2016+Amd1:2019 dan IEC 60898-3:2019 sebagai bagian dari referensi standar teknis terkait infrastruktur pengisian kendaraan listrik. JDIH ESDM
Hal tersebut memperlihatkan bahwa pemilihan breaker untuk aplikasi EV perlu mempertimbangkan apakah breaker berada pada sisi AC, sisi DC, household-type circuit protection, atau industrial switchgear.
Satu jenis MCB tidak dapat digunakan untuk seluruh bagian charging system hanya berdasarkan rated current.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Sebelum menentukan jalur sertifikasi MCB DC, manufacturer atau importer sebaiknya mempunyai technical documentation yang cukup lengkap.
Dokumen utama dapat meliputi product catalogue, datasheet, model list, internal construction drawing, wiring diagram, label artwork, product photographs, dan existing IEC/CB test report.
Data teknis perlu menjelaskan:
- Rated DC voltage dan rated current.
- Number of poles serta polarity.
- Breaking capacity dan tripping characteristic.
- Applicable IEC/SNI standard.
- Intended use seperti PV, battery, household, industrial, atau EV.
Informasi tersebut sangat penting untuk menentukan apakah produk lebih tepat dinilai berdasarkan IEC 60898 family, IEC 60947-2, atau standar lainnya.
Sertifikasi SNI MCB DC
Untuk MCB DC, proses tidak sebaiknya dimulai dengan asumsi bahwa setiap produk menggunakan SNI 8528-1.
Langkah pertama adalah memeriksa datasheet dan test report manufacturer. Jika standar utama manufacturer adalah IEC 60898-2 atau IEC 60898-3, informasi tersebut perlu dibandingkan dengan SNI yang tersedia serta skema sertifikasi di Indonesia.
Jika produk lebih merupakan industrial circuit breaker yang diuji berdasarkan IEC 60947-2, assessment perlu mempertimbangkan SNI 04-6282.2-2002 dan ruang lingkup sertifikasi yang tersedia.
Dengan demikian, standard mapping merupakan langkah penting sebelum memilih laboratorium atau LSPro.
SNI Aktif Tidak Selalu Berarti SNI Wajib
Pada MCB DC, perbedaan antara standar aktif dan standar wajib sangat penting.
SNI 04-6507.2-2002 masih berstatus berlaku menurut BSN dan secara jelas mencakup circuit breaker untuk operasi AC dan DC. Pesta
Namun, daftar MCB wajib Permen ESDM No. 7 Tahun 2021 menunjuk SNI 8528-1:2018, yang merupakan standar operasi AC. JDIH ESDM
Sementara itu, BSN telah menetapkan SNI 8528-1:2022 sebagai revisi yang berlaku dan mencatat versi 2018 tidak berlaku. Pesta
Kondisi tersebut menunjukkan mengapa perusahaan perlu memeriksa regulasi teknis, edisi standar, ruang lingkup produk, dan skema sertifikasi secara bersamaan, bukan hanya mencari nomor SNI terbaru.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kesalahan pertama adalah menggunakan MCB AC pada instalasi DC tanpa rating DC dari manufacturer.
Kesalahan kedua adalah menganggap MCB DC wajib menggunakan SNI 8528-1 hanya karena regulasi dan LAMANSITU mencantumkan MCB pada HS 85362091 atau 85362099.
Kesalahan lainnya adalah tidak memeriksa polaritas, number of poles, maximum DC voltage, dan breaking capacity sebelum memilih breaker.
Untuk importir, kesalahan klasifikasi juga dapat terjadi ketika produk yang sebenarnya merupakan industrial breaker atau MCCB dimasukkan sebagai household miniature circuit breaker hanya karena bentuknya relatif kecil.
Mengapa Assessment MCB DC Penting?
MCB DC merupakan produk proteksi keselamatan sehingga kesalahan dalam menentukan rating atau standar dapat mempunyai konsekuensi serius.
Sebuah breaker harus mampu memutus fault current pada tegangan dan jenis arus yang benar. Produk dengan rating AC yang cukup tinggi belum tentu mempunyai kemampuan pemutusan yang sama pada DC.
Assessment juga diperlukan untuk membedakan apakah produk masuk kelompok household MCB, AC/DC breaker, DC-only breaker, industrial circuit breaker, PV breaker, atau MCCB.
Dengan melakukan assessment sebelum sertifikasi, produksi massal, atau impor, perusahaan dapat menentukan standar, HS Code, test report, product family, kebutuhan SNI, dan NPB secara lebih tepat.
Hubungi Kami
Biruni Consulting membantu perusahaan dalam proses assessment dan sertifikasi SNI MCB DC (Direct Current), termasuk identifikasi standar, pemeriksaan HS Code, evaluasi ruang lingkup SNI wajib, product family assessment, pengujian, dan pendampingan sertifikasi.
Layanan kami meliputi:
- Konsultasi standar SNI untuk MCB DC, MCB AC/DC, dan circuit breaker.
- Pemeriksaan SNI 04-6507.2-2002, SNI 8528-1, IEC 60898, dan IEC 60947-2 sesuai konstruksi produk.
- Pemeriksaan HS Code, rated voltage, rated current, breaking capacity, polarity, dan number of poles.
- Identifikasi MCB DC untuk solar PV, battery system, EV charging, household, dan aplikasi industrial.
- Product family assessment serta pemeriksaan datasheet dan existing IEC/CB test report.
- Pendampingan pengujian, sertifikasi SNI, dan pemeriksaan kebutuhan NPB sesuai ruang lingkup produk.
Hubungi Biruni Consulting untuk mendapatkan informasi mengenai jasa sertifikasi SNI MCB DC, SNI circuit breaker DC, sertifikasi MCB AC/DC, SNI breaker solar PV, SNI breaker battery system, dan assessment persyaratan MCB di Indonesia sesuai dengan merek, model, tegangan DC, arus pengenal, breaking capacity, konstruksi, HS Code, dan negara asal produk Anda.
