Supplier Briket Sekam Padi Karawang untuk Kebutuhan Industri

Briket Sekam Padi untuk Kebutuhan Industri di Karawang

Karawang memiliki karakteristik yang menarik untuk pengembangan rantai pasok bahan bakar biomassa karena aktivitas pertanian padi berjalan berdampingan dengan kegiatan manufaktur.

Data BPS Jawa Barat menunjukkan produksi padi Kabupaten Karawang pada 2025 mencapai sekitar 1.194.712 ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan produksi beras sekitar 689.925 ton. Besarnya aktivitas produksi dan penggilingan padi tersebut menunjukkan adanya basis bahan baku yang relevan untuk pemanfaatan hasil samping seperti sekam. BPS Jabar

Di sisi lain, Karawang merupakan lokasi berbagai fasilitas manufaktur dan kawasan industri. Salah satunya adalah Karawang International Industrial City (KIIC), kawasan industri sekitar 1.500 hektare yang berada di koridor Jalan Jakarta–Cikampek. KIIC

Kombinasi tersebut membuat pencarian supplier briket sekam padi Karawang relevan bagi perusahaan yang menggunakan boiler, dryer, furnace, biomass burner, atau sistem pembangkit panas lainnya.

Namun, supplier yang lokasinya paling dekat belum tentu memberikan biaya penggunaan paling rendah. Industrial buyer tetap perlu membandingkan kualitas, harga delivered, kapasitas bulanan, consistency, serta performa aktual bahan bakar.

Apa Itu Briket Sekam Padi?

Briket sekam padi merupakan bahan bakar biomassa padat yang dibuat dengan memadatkan sekam hasil penggilingan padi menjadi bentuk yang lebih kompak.

BRMP Pascapanen menjelaskan bahwa densifikasi biomassa padi dapat meningkatkan karakteristik fisik dan energi per unit volume sekaligus membuat material lebih mudah disimpan dan diangkut. Produk biobriket dari limbah padi juga dapat digunakan sebagai sumber energi untuk kebutuhan industri. Pascapanen

Dibandingkan loose rice husk, bentuk briket dapat memberikan keuntungan dalam handling karena dimensinya lebih seragam dan material tidak sevoluminous sekam curah.

Bagi pabrik, karakteristik tersebut dapat membantu dalam perencanaan storage, pengiriman, dan feeding apabila combustion system memang dirancang atau disesuaikan untuk bahan bakar tersebut.

Potensi Sekam Padi di Karawang

Sekam merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi.

BRMP Pascapanen secara khusus pernah mencatat potensi pemanfaatan hasil samping padi di Karawang dan kerja sama untuk pengembangan pengolahan sekam serta jerami menjadi produk bernilai tambah. Pascapanen

Hal ini tidak berarti seluruh sekam yang dihasilkan di Karawang tersedia untuk produksi briket. Sebagian dapat digunakan untuk keperluan lain, sementara ketersediaannya juga bergantung pada rice mill, musim produksi, kontrak pemasok, dan lokasi pengumpulan.

Karena itu, ketika mengevaluasi supplier lokal, perusahaan perlu menanyakan bukan hanya kapasitas mesin tetapi juga bagaimana supplier memperoleh bahan bakunya.

Rice Husk Briquette sebagai Non-Woody Biomass

Sekam padi merupakan biomassa pertanian, bukan biomass berbasis kayu.

Sebagai referensi internasional, ISO 17225-7:2021 menetapkan fuel quality classes dan specifications untuk graded non-woody briquettes. Ruang lingkupnya mencakup herbaceous biomass dan hasil samping tanaman serealia dari produksi maupun pengolahan pangan. ISO

Perbedaan sumber biomassa perlu diperhatikan karena rice husk briquette dapat memiliki karakteristik berbeda dari wood briquette atau wood pellet, terutama pada ash content dan karakteristik mineral.

Karena itu, purchasing sebaiknya membandingkan data aktual produk, bukan mengasumsikan semua biomass briquettes mempunyai spesifikasi yang sama.

Penggunaan Briket Sekam Padi untuk Industri

Briket sekam padi dapat dipertimbangkan pada sistem thermal yang kompatibel.

Aplikasinya dapat meliputi steam boiler, biomass boiler, industrial dryer, furnace tertentu, biomass burner, food processing, agricultural processing, dan proses manufaktur yang memerlukan panas atau steam.

Kesesuaian bahan bakar bergantung pada combustion equipment.

Boiler yang awalnya menggunakan coal, wood chip, PKS, wood pellet, atau bahan bakar lain belum tentu dapat langsung menggunakan rice husk briquette tanpa evaluasi.

Tim engineering perlu memeriksa grate, feeding system, combustion-air setting, furnace dimensions, dan ash-removal system sebelum perubahan bahan bakar dilakukan dalam skala besar.

Carbonized dan Non-Carbonized Rice Husk Briquette

Supplier di pasar dapat menawarkan dua kategori produk yang berbeda.

Non-Carbonized Rice Husk Briquette

Sekam dikeringkan, diproses, kemudian didensifikasi tanpa terlebih dahulu dibuat menjadi arang.

Karakteristik biomassa asli masih relatif dominan.

Carbonized Rice Husk Briquette

Sekam mengalami proses karbonisasi sehingga menghasilkan material yang mempunyai karakteristik berbeda pada fixed carbon, volatile matter, ignition, dan combustion behavior.

Kedua produk tersebut tidak sebaiknya dibandingkan berdasarkan harga per kilogram saja.

Buyer perlu memastikan product type yang ditawarkan supplier sebelum membandingkan quotation.

Spesifikasi yang Perlu Diperiksa

Untuk industrial procurement, technical specification sebaiknya dibuat sebelum melakukan negosiasi harga.

Parameter Informasi yang Perlu Diminta
Raw Material Rice husk / komposisi aktual
Product Type Carbonized / non-carbonized
Calorific Value GCV dan/atau NCV
Moisture Maximum percentage
Ash Maximum percentage
Proximate Analysis Volatile matter dan fixed carbon
Dimensions Diameter, panjang dan bentuk
Physical Quality Density, strength atau fines bila diperlukan
Packaging Bag, jumbo bag atau konfigurasi lain
Available Capacity Ton per bulan

Untuk kontrak rutin, specification juga sebaiknya menentukan basis pengujian agar supplier dan buyer menggunakan parameter yang sama.

Calorific Value

Nilai kalor menunjukkan potensi energi yang terkandung dalam bahan bakar.

Industrial buyer perlu membedakan antara:

Gross Calorific Value (GCV/HHV)

dan:

Net Calorific Value (NCV/LHV).

Selain itu, hasil dapat dilaporkan pada as-received basis atau dry basis.

Dua bahan bakar dengan angka kcal/kg berbeda belum tentu dapat dibandingkan langsung apabila basis pengujiannya tidak sama.

Karena itu, quotation supplier sebaiknya dilengkapi data laboratorium yang menjelaskan jenis calorific value serta reporting basis.

Moisture Content

Moisture merupakan salah satu parameter penting dalam biomass fuel.

Air yang terkandung di dalam bahan bakar memerlukan energi untuk dipanaskan dan diuapkan selama combustion.

Moisture yang terlalu tinggi juga dapat membuat performa antar-batch menjadi kurang konsisten.

Untuk supply di Karawang, kondisi gudang dan transportasi perlu mendapat perhatian karena briket dapat terpapar kelembapan apabila penyimpanan tidak terlindungi dengan baik.

Maximum moisture dapat ditetapkan sebagai salah satu acceptance criteria dalam kontrak.

Ash Content

Rice husk mempunyai karakteristik mineral yang berbeda dari woody biomass sehingga ash menjadi parameter penting.

Bagi pengguna boiler, ash dapat memengaruhi jumlah residu, kebutuhan cleaning, ash handling, dan maintenance.

Produk dengan calorific value tinggi belum tentu memberikan performa operasional terbaik apabila volume atau karakteristik abu meningkatkan pekerjaan maintenance secara signifikan.

Karena itu, purchasing dan engineering sebaiknya mengevaluasi calorific value serta ash secara bersamaan.

Untuk fasilitas dengan requirement lebih tinggi, analisis ash chemistry atau ash-melting behavior dapat dipertimbangkan.

Ukuran dan Bentuk Briket

Dimensions perlu disesuaikan dengan fuel-handling equipment.

Buyer perlu memastikan briket dapat bergerak melalui:

  • hopper dan feeding system,
  • conveyor atau screw feeder,
  • serta grate atau combustion chamber yang digunakan.

Briket yang terlalu besar dapat menyebabkan feeding problem.

Sebaliknya, produk yang terlalu rapuh dapat pecah selama loading dan transportasi sehingga menghasilkan banyak fines.

Karena itu, sampel sebaiknya tidak hanya diperiksa sebelum pengiriman tetapi juga setelah mengalami handling yang mendekati kondisi aktual.

Density, Strength, dan Fines

Kualitas fisik penting untuk supply industri.

Briket akan melalui proses produksi, warehouse handling, loading kendaraan, perjalanan menuju pabrik, unloading, penyimpanan, kemudian boiler feeding.

Jika mechanical strength rendah, produk dapat berubah menjadi pecahan dan fines sebelum digunakan.

Density yang terlalu berbeda antar-batch juga dapat memengaruhi storage dan feeding.

Untuk perusahaan dengan automatic feeding system, physical consistency dapat menjadi parameter yang sama pentingnya dengan calorific value.

Certificate of Analysis

Supplier dapat diminta menyediakan Certificate of Analysis atau CoA sebagai dasar technical evaluation.

Informasi utamanya dapat mencakup:

  1. Calorific value beserta reporting basis.
  2. Moisture dan ash.
  3. Volatile matter serta fixed carbon.
  4. Dimensions atau density jika relevan.
  5. Parameter tambahan sesuai kebutuhan boiler.

Buyer juga perlu melihat tanggal pengujian dan keterkaitan sampel dengan batch produksi.

CoA yang sudah sangat lama belum tentu menggambarkan kualitas produk yang akan dikirim saat ini.

Mengapa Lokasi Supplier di Karawang Menjadi Menarik?

Biomass fuel memiliki volume transportasi yang cukup besar.

Semakin jauh lokasi supplier dari pabrik, semakin besar kemungkinan transportation cost memberikan kontribusi terhadap delivered fuel price.

Supplier yang berproduksi di Karawang atau wilayah sekitarnya berpotensi memberikan keuntungan berupa lead time lebih pendek dan biaya trucking yang lebih rendah untuk pelanggan lokal.

Lokasi Karawang juga mempunyai keterhubungan dengan koridor Jakarta–Cikampek; KIIC, misalnya, secara resmi berada pada koridor tersebut. KIIC

Namun, jarak bukan satu-satunya faktor.

Supplier dengan jarak sedikit lebih jauh masih dapat menjadi pilihan lebih baik apabila kualitasnya lebih stabil, kapasitasnya lebih besar, dan logistics management lebih efisien.

Ex-Factory Price vs Delivered Price

Ketika membandingkan supplier, purchasing perlu memastikan quotation menggunakan basis yang sama.

Ex-factory price merupakan harga produk dari fasilitas supplier sebelum transportasi ke pabrik pelanggan.

Delivered price mencakup pengiriman sampai lokasi yang disepakati.

Untuk pabrik di Karawang, membandingkan delivered price biasanya lebih relevan karena menunjukkan biaya bahan bakar ketika barang benar-benar tiba di fasilitas.

Pastikan juga apakah quotation sudah mencakup packaging, loading, toll road, transportasi, dan biaya terkait lainnya.

Jangan Hanya Membandingkan Harga per Kilogram

Harga bahan bakar sebaiknya dibandingkan bersama performa aktual.

Misalnya:

Supplier A
Delivered price: Rp3.000/kg
Konsumsi: 190 kg/ton steam

Fuel cost:

Rp570.000/ton steam

Supplier B
Delivered price: Rp3.350/kg
Konsumsi: 165 kg/ton steam

Fuel cost:

Rp552.750/ton steam

Pada ilustrasi tersebut, Supplier B mempunyai harga per kilogram lebih tinggi tetapi menghasilkan biaya bahan bakar per ton steam yang lebih rendah.

Angka tersebut hanya contoh perhitungan. Nilai aktual harus diperoleh melalui boiler trial.

Total Cost of Use

Perusahaan dapat melakukan evaluasi yang lebih lengkap melalui konsep:

Fuel Price + Transportation + Storage + Actual Consumption + Ash Handling + Cleaning + Maintenance + Downtime

Pendekatan tersebut memberikan gambaran Total Cost of Use.

Produk dengan harga murah dapat kehilangan keunggulannya apabila membutuhkan konsumsi lebih besar atau meningkatkan cleaning frequency.

Sebaliknya, bahan bakar dengan harga sedikit lebih tinggi dapat menjadi lebih ekonomis jika combustion lebih stabil.

Boiler Trial Sebelum Kontrak Besar

Untuk industrial buyer, boiler trial merupakan langkah penting sebelum membuat kontrak bulanan.

Trial dapat berfokus pada:

  1. Fuel consumption dan fuel-to-steam ratio.
  2. Steam output serta combustion stability.
  3. Feeding performance.
  4. Ash generation dan kondisi residu.
  5. Cleaning requirement serta biaya operasional.

Trial sebaiknya dilakukan dengan kondisi boiler yang mendekati normal operation.

Data tersebut kemudian dapat digunakan bersama quotation untuk menentukan supplier yang lebih ekonomis.

Hitung Kebutuhan Briket per Bulan

Kebutuhan bulanan dapat dihitung dari consumption aktual.

Misalnya boiler menggunakan:

8 ton per hari

dengan:

25 operating days per month.

Maka kebutuhan dasarnya sekitar:

8 × 25 = 200 ton per bulan.

Perusahaan biasanya juga perlu mempertimbangkan safety stock.

Dengan mengetahui kebutuhan bulanan, purchasing dapat melakukan supplier screening berdasarkan volume yang realistis.

Production Capacity vs Available Capacity

Pernyataan supplier mengenai kapasitas mesin perlu diperiksa lebih lanjut.

Misalnya supplier mempunyai:

300 MT/month production capacity.

Tetapi jika:

180 MT/month

sudah dialokasikan kepada pelanggan existing, kapasitas yang tersedia hanya sekitar:

120 MT/month.

Supplier tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya sumber untuk buyer yang membutuhkan 200 MT per bulan kecuali terdapat tambahan kapasitas.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah available monthly capacity, bukan hanya installed capacity.

Kontinuitas Bahan Baku

Karawang mempunyai basis produksi padi yang besar. BPS mencatat produksi padi kabupaten tersebut sekitar 1,19 juta ton GKG pada 2025. BPS Jabar

Namun, tingginya produksi padi tidak otomatis berarti seluruh sekam tersedia bagi satu briquette manufacturer.

Supplier perlu bersaing dengan berbagai penggunaan sekam lainnya serta mengelola collection dari rice mills.

Untuk kontrak rutin, buyer dapat mengevaluasi sourcing network, raw-material storage, jumlah sumber bahan baku, dan backup supplier.

Supplier dengan beberapa sumber sekam biasanya memiliki fleksibilitas lebih tinggi ketika salah satu rice mill mengalami penurunan pasokan.

Konsistensi Antar-Batch

Industrial buyer membutuhkan kualitas yang dapat diulang.

Sample pertama yang baik belum cukup untuk memastikan kualitas enam bulan berikutnya.

Perubahan raw material, moisture, drying, compaction pressure, atau proses produksi dapat menghasilkan variasi pada:

calorific value, moisture, ash, density, dan dimensions.

Karena itu, kontrak dapat menetapkan specification range dan metode pengujian.

Supplier yang mampu menjaga variasi antar-batch dalam batas yang disepakati lebih cocok untuk recurring industrial supply.

Packaging untuk Supply Industri

Packaging perlu mengikuti sistem penerimaan barang di pabrik.

Regular bags dapat cocok untuk sistem tertentu, sedangkan big bag atau jumbo bag dapat lebih praktis apabila perusahaan mempunyai forklift serta fasilitas unloading yang sesuai.

Buyer perlu mempertimbangkan:

  • kemudahan unloading,
  • perlindungan terhadap air,
  • storage space,
  • dan biaya handling.

Packaging yang paling murah belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila menghasilkan handling cost yang tinggi di pabrik.

Delivery Schedule

Supplier lokal mempunyai potensi memberikan lead time lebih pendek, tetapi delivery schedule tetap harus direncanakan.

Misalnya kebutuhan pabrik 200 MT per bulan.

Alih-alih mengirim seluruh volume sekaligus, perusahaan dapat mengatur pengiriman secara mingguan atau berdasarkan inventory level.

Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi kebutuhan warehouse sekaligus menjaga safety stock.

Supplier perlu mempunyai kemampuan trucking yang sesuai dengan frequency of delivery.

Safety Stock

Safety stock membantu mengurangi risiko boiler kekurangan bahan bakar.

Jika konsumsi pabrik:

8 MT per hari

dan perusahaan menetapkan buffer empat hari, maka safety stock dasar adalah sekitar:

32 MT.

Jumlah yang optimal dapat berbeda berdasarkan lead time, warehouse capacity, traffic conditions, production criticality, dan reliability supplier.

Untuk operasi yang sangat bergantung pada biomass boiler, backup supplier juga dapat dipertimbangkan.

Supplier Lokal vs Supplier dari Luar Karawang

Supplier lokal mempunyai potensi keunggulan logistik, tetapi purchasing sebaiknya tidak membatasi evaluasi hanya berdasarkan alamat.

Faktor Supplier Karawang/Sekitar Supplier Lebih Jauh
Transport Distance Berpotensi lebih pendek Lebih panjang
Lead Time Berpotensi lebih cepat Bergantung logistics
Technical Quality Tetap harus diuji Tetap harus diuji
Capacity Bergantung supplier Bergantung supplier
Delivered Cost Berpotensi lebih rendah Masih dapat kompetitif
Backup Supply Bergantung jaringan Memperluas pilihan sumber

Supplier terbaik adalah supplier yang memberikan kombinasi technical suitability, delivered cost, available capacity, dan supply reliability.

Supplier Manufacturer, Trader, atau Aggregator?

Perusahaan juga perlu mengetahui model bisnis supplier.

Manufacturer memproduksi briket secara langsung.

Trader membeli dari satu atau beberapa manufacturer.

Aggregator dapat mengumpulkan produksi dari beberapa sumber untuk memenuhi kebutuhan volume besar.

Tidak ada model yang otomatis paling baik.

Untuk industrial buyer, hal yang lebih penting adalah traceability, consistency, capacity, dan kemampuan menyelesaikan masalah ketika terjadi gangguan supply.

Jika volume kontrak besar, buyer dapat meminta informasi mengenai actual production source.

Cara Membandingkan Supplier

Purchasing dapat menggunakan tabel sederhana untuk mempercepat evaluasi.

Parameter Supplier A Supplier B Supplier C
Product Type Data Data Data
GCV/NCV CoA CoA CoA
Moisture CoA CoA CoA
Ash CoA CoA CoA
Dimensions Data Data Data
Delivered Price Quote Quote Quote
Available Capacity Data Data Data
Trial Result Result Result Result

Supplier yang tidak memenuhi technical requirement dapat dieliminasi sebelum negosiasi harga lebih lanjut.

Hal ini membuat proses procurement lebih efisien.

Informasi yang Sebaiknya Diberikan kepada Supplier

Agar supplier dapat memberikan quotation yang relevan, perusahaan dapat mengirimkan:

  1. Jenis briket dan aplikasi.
  2. Target calorific value, moisture, dan ash.
  3. Ukuran atau bentuk yang dibutuhkan.
  4. Volume trial dan kebutuhan bulanan.
  5. Lokasi pabrik serta packaging.
  6. Target delivery schedule dan kebutuhan CoA.

Dengan informasi tersebut, supplier dapat mengevaluasi apakah produk dan kapasitasnya sesuai.

Cara Memilih Supplier Briket Sekam Padi Karawang

Supplier qualification dapat dilakukan dalam beberapa tahap.

1. Technical Screening

Periksa technical data sheet, raw material, product type, CoA, dimensions, dan packaging.

2. Capacity Verification

Pastikan actual available capacity mencukupi kebutuhan bulanan.

3. Sample dan Trial

Periksa kualitas fisik kemudian lakukan boiler trial.

4. Commercial Evaluation

Bandingkan delivered price dan actual fuel cost.

5. Supply Evaluation

Periksa quality consistency, delivery performance, communication, dan raw-material security sebelum membuat kontrak jangka panjang.

Proses tersebut membantu perusahaan memilih supplier berdasarkan data, bukan hanya harga penawaran.

Red Flags Saat Memilih Supplier

Perusahaan perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila supplier tidak mampu memberikan technical specification yang jelas atau tidak mengetahui available capacity-nya sendiri.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah CoA yang tidak relevan dengan produk aktual, perubahan kualitas yang besar antar-sampel, sumber bahan baku yang tidak jelas, atau delivery schedule yang sulit dipastikan.

Harga yang terlalu rendah juga perlu dibandingkan kembali dengan moisture, ash, dimensions, packaging, dan basis quotation.

Perbedaan harga terkadang berasal dari perbedaan spesifikasi, bukan semata-mata efisiensi supplier.

Kontrak Supply Bulanan

Setelah trial berhasil, buyer dapat mempertimbangkan regular supply agreement.

Kontrak dapat berfokus pada beberapa hal utama: monthly volume, technical specifications, delivered price, delivery schedule, payment terms, quality-control method, serta procedure jika produk berada di luar spesifikasi.

Untuk kebutuhan besar, supplier dan buyer juga dapat menyepakati quantity tolerance.

Perusahaan sebaiknya menghindari ketergantungan penuh pada satu supplier sebelum reliability-nya terbukti dalam beberapa pengiriman.

Keuntungan Supplier yang Dekat dengan Area Industri

Supplier dengan jarak distribusi lebih pendek berpotensi memberikan beberapa keuntungan praktis.

Frekuensi pengiriman dapat menjadi lebih fleksibel, trucking time lebih pendek, dan emergency replenishment berpotensi lebih mudah dilakukan.

Bagi perusahaan yang mempunyai warehouse terbatas, kondisi tersebut dapat mendukung inventory yang lebih rendah.

Namun, keunggulan lokasi baru benar-benar bernilai apabila supplier juga mampu mempertahankan kualitas dan kapasitas.

Karena itu, local supplier advantage harus tetap dibuktikan melalui delivered cost dan operational performance.

Apakah Briket Sekam Padi Cocok untuk Industri di Karawang?

Briket sekam padi dapat menjadi salah satu alternatif biomass fuel bagi perusahaan di Karawang apabila combustion equipment dan spesifikasi produk sesuai.

Karawang mempunyai kombinasi produksi padi yang besar dan basis industri yang membuat rantai pasok biomass fuel secara geografis menarik. BPS mencatat produksi padi Karawang lebih dari 1,19 juta ton GKG pada 2025, sementara pemerintah dan lembaga pertanian juga telah menyoroti potensi pemanfaatan hasil samping padi seperti sekam. BPS Jabar

Namun, keputusan procurement tidak sebaiknya hanya didasarkan pada ketersediaan bahan baku atau lokasi supplier.

Industrial buyer perlu menilai kombinasi calorific value, moisture, ash, physical quality, delivered price, boiler performance, available capacity, dan consistency of supply.

Supplier terbaik adalah supplier yang dapat menjaga kombinasi tersebut secara stabil selama periode kontrak.

Hubungi Biruni Consulting

Biruni Consulting dapat membantu perusahaan yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait kebutuhan produk, dokumen, serta proses kepatuhan yang berkaitan dengan kegiatan impor, pemasaran, atau penggunaan produk sesuai kebutuhan bisnis di Indonesia.

Layanan yang dapat dibantu meliputi:

  1. Konsultasi persyaratan produk untuk kebutuhan industri.
  2. Assessment awal terkait spesifikasi dan penggunaan produk.
  3. Review dokumen teknis produk.
  4. Review spesifikasi dan informasi produk.
  5. Konsultasi persyaratan regulasi yang berlaku sesuai jenis produk dan kegiatan usaha.
  6. Pendampingan persiapan dokumen yang diperlukan.
  7. Konsultasi proses sertifikasi atau perizinan apabila diwajibkan berdasarkan karakteristik produk dan penggunaannya.

Hubungi Biruni Consulting untuk mendapatkan informasi mengenai persyaratan produk, dokumen, sertifikasi, dan kebutuhan kepatuhan untuk mendukung kegiatan bisnis dan pemasaran produk di Indonesia.

Business Consultant

    We have extensive and in-depth knowledge of businesschallenges in Indonesia, and coupled with the experience of our expert consultants in dealing with global and national brands and institutions, makes us the viable partner for you.

    Add Your Comments

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *