SNI Oli Mesin Mobil

Persyaratan Sertifikasi SNI Oli Mesin Mobil di Indonesia

Oli mesin mobil merupakan salah satu jenis minyak lumas yang digunakan untuk melindungi dan mendukung kinerja mesin kendaraan bermotor. Produk ini berfungsi sebagai pelumas yang membantu mengurangi gesekan antarkomponen mesin, mengendalikan temperatur, serta membantu menjaga kondisi komponen selama kendaraan beroperasi. Karena berkaitan dengan kualitas dan kinerja mesin kendaraan, minyak lumas tertentu di Indonesia termasuk produk yang diberlakukan SNI secara wajib.

Ketentuan terbaru mengenai pemberlakuan SNI minyak lumas diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia untuk Minyak Lumas secara Wajib. Peraturan tersebut mulai berlaku pada 24 Juli 2025 dan mencabut Permenperin Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pelumas Secara Wajib.

Untuk oli mesin mobil berbahan bakar bensin empat langkah, salah satu standar yang relevan adalah SNI 7069.1:2012 tentang Klasifikasi dan spesifikasi pelumas – Bagian 1: Minyak lumas motor bensin 4 (empat) langkah kendaraan bermotor. Sementara itu, untuk kendaraan bermotor dengan mesin diesel putaran tinggi terdapat SNI 7069.5:2012. Katalog BSN mencantumkan kedua standar tersebut sebagai standar yang berlaku.

SNI yang Berkaitan dengan Oli Mesin Kendaraan Bermotor

SNI minyak lumas dibagi berdasarkan jenis penggunaan dan karakteristik pelumas. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat langsung menggunakan satu nomor SNI untuk seluruh jenis oli yang dipasarkan.

Beberapa SNI yang berkaitan dengan minyak lumas kendaraan bermotor antara lain:

  1. SNI 7069.1:2012 untuk minyak lumas motor bensin 4 langkah kendaraan bermotor.
  2. SNI 7069.2:2012 untuk minyak lumas motor bensin 4 langkah sepeda motor.
  3. SNI 7069.3:2016 untuk minyak lumas motor bensin 2 langkah dengan pendingin udara.
  4. SNI 7069.4:2017 untuk minyak lumas motor bensin 2 langkah dengan pendingin air.
  5. SNI 7069.5:2012 untuk minyak lumas motor diesel putaran tinggi.
  6. SNI 7069.6:2021 untuk minyak lumas roda gigi transmisi manual dan gardan.
  7. SNI 7069.7:2021 untuk minyak lumas transmisi otomatis.

Katalog BSN saat ini mencantumkan SNI 7069.1:2012 dan SNI 7069.2:2012 sebagai standar yang berlaku, serta mencantumkan pembaruan untuk beberapa bagian dari seri SNI 7069.

Persyaratan SNI Oli Mesin Mobil

Pengurusan SNI oli mesin mobil tidak hanya berkaitan dengan pengujian sampel produk. Perusahaan perlu memenuhi persyaratan administrasi, informasi produk, proses produksi, pengendalian mutu, serta penilaian kesesuaian yang ditentukan dalam skema sertifikasi.

1. Persyaratan Legalitas Perusahaan

Perusahaan yang mengajukan sertifikasi perlu memiliki legalitas usaha yang sesuai dengan kegiatan produksi atau perdagangan produk minyak lumas. Dokumen perusahaan perlu disiapkan untuk proses pemeriksaan oleh Lembaga Sertifikasi Produk atau LSPro.

Dokumen yang biasanya perlu dipersiapkan antara lain legalitas badan usaha, data fasilitas produksi, identitas merek, informasi produsen, serta dokumen pendukung lainnya sesuai dengan status perusahaan sebagai produsen atau pihak yang bertanggung jawab terhadap produk.

2. Persyaratan Informasi Produk

Informasi mengenai oli mesin harus jelas dan konsisten antara dokumen sertifikasi, produk, kemasan, dan informasi yang digunakan untuk pemasaran.

Data produk dapat mencakup merek, nama produk, tipe atau varian, jenis mesin yang dituju, spesifikasi oli, viskositas, kemasan, serta informasi teknis lain yang berkaitan dengan produk.

Penentuan SNI yang tepat juga harus dilakukan berdasarkan penggunaan produk. Oli untuk mobil bensin empat langkah, misalnya, perlu dibedakan dari oli untuk sepeda motor atau oli untuk mesin diesel.

3. Persyaratan Bahan Baku dan Formulasi

Dalam proses sertifikasi, perusahaan perlu dapat menjelaskan bahan baku dan formulasi yang digunakan dalam pembuatan minyak lumas. Minyak lumas pada dasarnya dapat dibuat dari minyak lumas dasar atau base oil yang kemudian dicampur dengan bahan aditif sesuai formulasi produk.

Pengendalian terhadap bahan baku dan formulasi penting karena perubahan komposisi dapat memengaruhi karakteristik dan performa oli. Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki sistem pengendalian produksi yang mampu memastikan produk yang dihasilkan tetap sesuai dengan spesifikasi yang telah disertifikasi.

4. Persyaratan Proses Produksi

Proses produksi menjadi bagian penting dalam penilaian kesesuaian SNI. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa proses pencampuran, pengolahan, pengisian, pengemasan, penyimpanan, dan pengendalian mutu dilakukan secara konsisten.

Prosedur produksi dan pengendalian mutu perlu tersedia sehingga setiap produk yang diproduksi memiliki karakteristik yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

5. Persyaratan Pengujian Produk

Produk oli mesin mobil harus melalui pengujian sesuai dengan persyaratan standar yang menjadi acuan sertifikasi. Pengujian dilakukan untuk memastikan karakteristik dan mutu produk memenuhi persyaratan SNI.

Pengujian dapat mencakup parameter fisik, kimia, serta parameter performa yang ditentukan oleh standar terkait. Untuk beberapa jenis minyak lumas, pengujian unjuk kerja juga dapat menjadi bagian penting dalam pembuktian kesesuaian produk.

6. Persyaratan Sistem Pengendalian Mutu

Perusahaan perlu memiliki sistem pengendalian mutu untuk memastikan konsistensi produk selama proses produksi. Pengendalian tersebut mencakup pemeriksaan bahan baku, pengendalian proses, pemeriksaan produk jadi, penyimpanan sampel, serta penanganan produk yang tidak sesuai.

Dokumentasi pengendalian mutu juga penting karena dapat diperiksa dalam proses penilaian kesesuaian dan audit.

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk SNI Oli Mesin Mobil

Sebelum mengajukan sertifikasi, perusahaan sebaiknya mempersiapkan dokumen yang berkaitan dengan perusahaan, produk, dan fasilitas produksinya.

Dokumen yang dapat diperlukan meliputi:

  1. Legalitas perusahaan dan dokumen perizinan usaha.
  2. Data produsen dan lokasi fasilitas produksi.
  3. Informasi merek dan tipe produk.
  4. Spesifikasi teknis oli mesin.
  5. Informasi formulasi dan bahan baku sesuai kebutuhan proses sertifikasi.
  6. Dokumen proses produksi.
  7. Dokumen pengendalian mutu.
  8. Prosedur pemeriksaan bahan baku dan produk jadi.
  9. Data atau hasil pengujian produk apabila tersedia.
  10. Label dan desain kemasan produk.
  11. Dokumen pendukung lain yang dipersyaratkan LSPro sesuai skema sertifikasi.

Kelengkapan dokumen perlu disesuaikan dengan jenis produk dan status perusahaan. Untuk produk impor, dokumen dari produsen luar negeri serta dokumen pihak yang bertanggung jawab di Indonesia juga perlu diperhatikan.

Tahapan Pengurusan SNI Oli Mesin Mobil

Identifikasi Produk

Tahap pertama adalah mengidentifikasi produk secara detail, termasuk jenis kendaraan, jenis mesin, formulasi, merek, tipe, viskositas, dan spesifikasi teknis. Identifikasi ini diperlukan untuk menentukan standar SNI yang sesuai.

Persiapan Dokumen

Setelah standar ditentukan, perusahaan menyiapkan dokumen legalitas, dokumen teknis, dokumen proses produksi, data mutu, serta informasi produk yang diperlukan untuk pengajuan sertifikasi.

Pengajuan Sertifikasi

Permohonan sertifikasi diajukan kepada LSPro yang memiliki kompetensi dan ruang lingkup sertifikasi yang sesuai. Proses sertifikasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen dan tahapan penilaian kesesuaian.

Pengambilan Contoh Produk

LSPro melakukan pengambilan contoh produk sesuai prosedur sertifikasi. Sampel yang diambil harus mewakili produk yang diajukan untuk sertifikasi.

Pengujian Laboratorium

Sampel produk kemudian diuji di laboratorium yang memenuhi persyaratan sesuai skema penilaian kesesuaian. Hasil pengujian digunakan untuk menentukan apakah karakteristik oli memenuhi persyaratan standar yang berlaku.

Audit Pabrik

Jika skema sertifikasi mensyaratkan penilaian fasilitas produksi, auditor akan melakukan pemeriksaan terhadap proses produksi, sistem pengendalian mutu, fasilitas, dokumentasi, serta konsistensi proses produksi.

Penerbitan Sertifikat

Apabila seluruh tahapan penilaian kesesuaian telah dipenuhi dan hasil evaluasi menyatakan produk memenuhi persyaratan, LSPro dapat menerbitkan sertifikat sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah SNI Oli Mesin Mobil Wajib?

Ya, untuk jenis minyak lumas yang termasuk dalam lingkup pemberlakuan SNI wajib, perusahaan wajib memenuhi ketentuan SNI sebelum produk diedarkan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Permenperin Nomor 8 Tahun 2025 secara khusus menetapkan pemberlakuan SNI untuk minyak lumas secara wajib. Peraturan tersebut berlaku sejak 24 Juli 2025 dan menggantikan Permenperin Nomor 25 Tahun 2018.

Karena seri SNI minyak lumas terdiri dari beberapa bagian berdasarkan jenis kendaraan dan penggunaannya, penentuan kewajiban harus dilakukan berdasarkan spesifikasi dan fungsi produk. Dengan demikian, oli mesin mobil tidak sebaiknya dinilai hanya berdasarkan istilah “oli mesin”, tetapi harus dilihat berdasarkan jenis mesin dan penggunaan yang diklaim pada produk.

SNI Oli Mobil Bensin dan Diesel

Oli mesin mobil bensin dan oli mesin diesel memiliki karakteristik serta kebutuhan pengujian yang berbeda. Untuk oli mesin bensin empat langkah kendaraan bermotor, SNI yang tercantum dalam katalog BSN adalah SNI 7069.1:2012. Untuk minyak lumas motor diesel putaran tinggi, standar yang tercantum adalah SNI 7069.5:2012.

Perbedaan tersebut membuat perusahaan perlu memastikan klaim penggunaan produk sudah sesuai dengan formulasi, hasil pengujian, dan standar yang digunakan dalam sertifikasi. Apabila satu merek memiliki beberapa varian oli dengan fungsi atau spesifikasi berbeda, penilaian sertifikasinya perlu dilakukan berdasarkan karakteristik masing-masing produk.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengurus SNI Oli Mesin Mobil

Sebelum memulai proses sertifikasi, perusahaan sebaiknya melakukan identifikasi produk terlebih dahulu. Kesalahan dalam menentukan jenis produk atau standar yang digunakan dapat menyebabkan dokumen dan pengujian yang disiapkan tidak sesuai.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Pastikan jenis oli dan penggunaan produknya sudah jelas.
  2. Pastikan standar SNI yang digunakan sesuai dengan jenis minyak lumas.
  3. Pastikan merek dan tipe produk konsisten dalam seluruh dokumen.
  4. Siapkan data bahan baku dan formulasi sesuai kebutuhan sertifikasi.
  5. Pastikan fasilitas produksi dan pengendalian mutu siap untuk diperiksa.
  6. Pastikan pengujian dilakukan sesuai metode dan parameter yang dipersyaratkan.
  7. Untuk produk impor, pastikan dokumen produsen luar negeri dan pihak yang bertanggung jawab di Indonesia telah disiapkan.

Dengan persiapan yang tepat, proses sertifikasi dapat dilakukan secara lebih terarah dan risiko kendala akibat ketidaksesuaian dokumen maupun produk dapat diminimalkan.

Kesimpulan

SNI oli mesin mobil merupakan bagian dari ketentuan standardisasi minyak lumas yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang memproduksi, mengimpor, atau mengedarkan produk yang termasuk dalam lingkup SNI wajib. Ketentuan terbaru mengenai pemberlakuan SNI minyak lumas diatur melalui Permenperin Nomor 8 Tahun 2025 yang berlaku sejak 24 Juli 2025.

Untuk oli mesin mobil, penentuan standar harus dilakukan berdasarkan jenis mesin dan penggunaan produk. SNI 7069.1:2012 berkaitan dengan minyak lumas motor bensin 4 langkah kendaraan bermotor, sedangkan SNI 7069.5:2012 berkaitan dengan minyak lumas motor diesel putaran tinggi.

Proses pengurusan SNI melibatkan identifikasi produk, persiapan dokumen, pengajuan sertifikasi, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, penilaian fasilitas produksi apabila dipersyaratkan, hingga penerbitan sertifikat.

Hubungi Kami

Biruni Consulting membantu perusahaan dalam proses pengurusan SNI oli mesin mobil secara profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Layanan kami meliputi:

  1. Konsultasi regulasi.
  2. Identifikasi standar yang berlaku.
  3. Persiapan dokumen sertifikasi.
  4. Pendampingan pengujian laboratorium.
  5. Pengurusan sertifikasi hingga penerbitan sertifikat.

Biruni Consulting dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi standar SNI yang sesuai dengan jenis oli mesin, mempersiapkan dokumen, serta mendampingi proses sertifikasi sesuai kebutuhan produk.

Hubungi Biruni Consulting untuk mendapatkan informasi mengenai jasa pengurusan SNI oli mesin mobil, persyaratan dokumen, proses pengujian, dan tahapan sertifikasi produk.

Business Consultant

    We have extensive and in-depth knowledge of businesschallenges in Indonesia, and coupled with the experience of our expert consultants in dealing with global and national brands and institutions, makes us the viable partner for you.

    Add Your Comments

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *