Panduan Sertifikasi Postel/DJID untuk remote control pada mainan anak di Indonesia.
Remote control merupakan salah satu teknologi yang paling banyak digunakan pada mainan anak seperti mobil RC, truk, excavator, tank, kereta, robot, kapal, motor, racing toy, battle toy, hingga berbagai construction toy.
Pada produk tersebut, remote controller biasanya menggunakan radio frequency atau RF untuk mengirimkan perintah ke receiver yang terdapat di dalam mainan. Karena menggunakan fungsi telekomunikasi, konfigurasi remote control perlu diperiksa dari sisi operating frequency, transmission power, transmitter, receiver, RF module, antenna, dan Standar Teknis yang berlaku di Indonesia.
Kerangka utama Sertifikasi perangkat telekomunikasi saat ini adalah Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 tentang Sertifikasi Alat Telekomunikasi dan/atau Perangkat Telekomunikasi. Regulasi tersebut berstatus berlaku dan menggantikan Permenkominfo Nomor 16 Tahun 2018. JDIH Kemkomdigi
Cara Kerja Remote Control pada Mainan
Pada sistem remote control sederhana, controller berfungsi sebagai transmitter.
Ketika pengguna menekan tombol atau menggerakkan joystick, controller mengubah perintah tersebut menjadi sinyal radio. Sinyal kemudian diterima oleh receiver di dalam mainan dan diterjemahkan menjadi gerakan tertentu.
Perintah tersebut dapat digunakan untuk steering, maju-mundur, acceleration, lampu, suara, crane, bucket, turret, atau fungsi mekanis lainnya.
Karena itu, remote controller bukan hanya aksesori. Dari sisi RF, perangkat tersebut dapat menjadi bagian utama dari sistem komunikasi mainan.
Transmitter dan Receiver
Dalam konfigurasi paling sederhana, terdapat satu transmitter pada remote controller dan satu receiver pada unit mainan.
Namun, tidak semua produk bekerja secara satu arah.
Beberapa smart toy menggunakan komunikasi dua arah sehingga unit mainan juga dapat mengirimkan data kembali kepada controller. Data tersebut dapat berupa telemetry, status baterai, sensor, pairing information, atau informasi permainan.
Technical assessment karena itu sebaiknya mengidentifikasi seluruh transmitter dan receiver yang aktif dalam satu sistem.
Frekuensi Remote Control Mainan
Operating frequency merupakan parameter utama dalam assessment Postel.
Packaging mainan sering hanya mencantumkan istilah seperti “2.4G Remote Control”. Informasi tersebut belum cukup untuk menentukan apakah konfigurasi radio telah sesuai dengan regulasi Indonesia.
Perlu diketahui exact frequency range, bandwidth, modulation, transmission power, RF chipset atau module, serta antenna configuration.
Permenkomdigi Nomor 2 Tahun 2025 saat ini berstatus berlaku sebagai perubahan atas Permenkominfo Nomor 2 Tahun 2023 mengenai penggunaan spektrum frekuensi radio berdasarkan izin kelas. Regulasi tersebut mencantumkan berbagai pita frekuensi untuk kelompok Short Range Device. JDIH Kemkomdigi
Remote Control dan Short Range Device
Banyak remote control mainan menggunakan komunikasi radio dalam jarak relatif pendek sehingga dapat berkaitan dengan kategori Short Range Device atau SRD.
DJID masih mencantumkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 260 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Short Range Devices dalam daftar regulasi teknis resminya. Postel
Namun, istilah short range tidak berarti produk otomatis bebas Sertifikasi Postel.
Frequency, transmission power, modulation, bandwidth, antenna, dan radio function tetap perlu memenuhi ketentuan teknis yang relevan.
Remote Control 2.4 GHz
Frekuensi sekitar 2.4 GHz sangat umum digunakan pada mainan remote control modern.
Salah satu keunggulan sistem digital pada pita ini adalah kemampuan pairing antara controller dan receiver sehingga beberapa mainan dapat beroperasi di area yang sama dengan risiko cross-control yang lebih rendah dibanding sistem radio sederhana generasi lama.
Namun, tulisan 2.4 GHz pada kotak produk belum cukup untuk technical assessment.
Manufacturer tetap perlu memberikan informasi mengenai frequency range yang sebenarnya, output power, chipset, modulation, bandwidth, dan antenna.
Daya Pancar Remote Control
Transmission power menunjukkan daya RF yang digunakan controller ketika mengirimkan sinyal.
Nilainya biasanya ditampilkan dalam mW atau dBm pada datasheet atau RF test report.
Daya pancar perlu diperiksa bersama frequency dan radio technology karena batas teknis tidak sama untuk seluruh konfigurasi.
Mainan dengan output power rendah juga tidak otomatis bebas Sertifikasi Postel.
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 memang memiliki ketentuan khusus bagi alat atau perangkat lain yang mempunyai fitur telekomunikasi dengan daya pancar di bawah 10 mW dan hanya satu fitur telekomunikasi yang sama. Dalam kondisi yang memenuhi kriteria, satu Sertifikat dapat berlaku untuk lebih dari satu varian. JDIH Kemkomdigi
Ketentuan tersebut berhubungan dengan cakupan varian dalam satu Sertifikat, bukan pengecualian umum dari sertifikasi.
Remote Control dengan Beberapa Channel
Mainan tertentu menggunakan beberapa channel atau control function secara bersamaan.
Excavator misalnya dapat mempunyai channel untuk track movement, body rotation, boom, arm, dan bucket. Battle tank dapat mempunyai channel untuk steering, turret, sound, lighting, dan fungsi battle.
Jumlah control function tidak selalu berarti jumlah frequency yang sama banyaknya, karena satu radio link dapat membawa beberapa command secara digital.
Karena itu, assessment perlu melihat cara kerja actual RF system, bukan hanya jumlah tombol pada controller.
Beberapa Mainan Digunakan Bersamaan
Racing toy dan battle toy sering dirancang agar dua atau lebih mainan dapat digunakan secara bersamaan.
Dalam kondisi ini, pairing system menjadi penting.
Technical assessment perlu mengetahui apakah setiap remote hanya terhubung ke receiver tertentu, bagaimana channel selection dilakukan, dan apakah seluruh controller menggunakan hardware RF yang sama.
Jika satu paket mempunyai dua controller dengan model atau radio configuration berbeda, keduanya sebaiknya diperiksa.
Remote Control dengan Bluetooth
Tidak semua remote-controlled toy menggunakan proprietary RF controller.
Beberapa produk dapat dikendalikan menggunakan smartphone melalui Bluetooth.
Bluetooth dapat digunakan untuk steering, speed control, mode selection, pairing, atau interactive features.
Karena Bluetooth merupakan fungsi radio tersendiri, assessment perlu melihat Bluetooth version, frequency, transmission power, module, antenna, dan firmware.
Jika produk memiliki remote controller RF sekaligus Bluetooth, kedua teknologi perlu dimasukkan dalam technical assessment.
Remote Control dengan WiFi
Pada mainan tertentu, WiFi dapat digunakan bersama remote control.
Misalnya, mobil atau drone mainan dapat menggunakan proprietary RF untuk steering tetapi menggunakan WiFi untuk mengirimkan video dari kamera ke smartphone.
Dalam konfigurasi tersebut, radio remote control dan radio WiFi merupakan dua fungsi yang berbeda.
DJID saat ini mencantumkan Kepmenkomdigi Nomor 12 Tahun 2025 sebagai standar teknis untuk Radio Local Area Network. Postel
Karena itu, satu produk dapat memerlukan assessment berdasarkan lebih dari satu Standar Teknis.
Apakah RF Module yang Sudah Bersertifikat Cukup?
Belum tentu.
Remote controller atau mainan dapat menggunakan RF module yang sebelumnya telah mempunyai test report atau Sertifikat.
Dokumen module dapat membantu proses assessment, tetapi final product tetap perlu diperiksa.
Integrasi module dapat melibatkan antenna berbeda, firmware berbeda, RF output-power setting berbeda, atau enabled radio functions yang berbeda.
Karena itu, module certificate atau module test report tidak sebaiknya langsung dianggap otomatis mencakup final toy.
RF Test Report Remote Control
RF test report merupakan dokumen penting untuk melihat karakteristik transmitter pada remote controller.
Report dapat menunjukkan operating frequency, RF output power, occupied bandwidth, modulation, unwanted emissions, dan kondisi pengujian.
Untuk Sertifikasi DJID, report sebaiknya sesuai dengan exact controller atau RF module yang digunakan pada produk.
Portal e-Sertifikasi NextGen saat ini mencantumkan Laporan Hasil Uji atau test report dari balai uji yang memenuhi ketentuan sebagai salah satu persyaratan utama Sertifikat baru. e-Sertifikasi NextGen
CE atau FCC report dapat menjadi dokumen pendukung untuk assessment, tetapi penggunaannya dalam proses Indonesia tetap perlu diperiksa terhadap ketentuan DJID.
Dokumen Remote Control yang Perlu Disiapkan
Untuk assessment awal mainan remote control, perusahaan sebaiknya menyiapkan:
- Foto mainan dan remote controller.
- Merek, model, datasheet, dan user manual.
- RF module atau chipset information.
- Operating frequency dan transmission power.
- RF test report apabila tersedia.
- Informasi antenna dan manufacturer.
Portal e-Sertifikasi saat ini juga mencantumkan NIB dan akses OSS bagi pelaku usaha, test report, dokumen spesifikasi teknis, serta dokumen pendukung lain sesuai karakter perangkat sebagai bagian dari persyaratan Sertifikasi baru. e-Sertifikasi NextGen
Informasi pada datasheet, foto, report, dan actual product perlu konsisten.
Remote Controller yang Sama untuk Beberapa Model
Supplier sering menggunakan satu jenis remote controller untuk beberapa mainan berbeda.
Contohnya, controller dengan RF hardware yang sama dapat digunakan pada beberapa model mobil atau kendaraan dengan body design berbeda.
Kondisi tersebut dapat membantu assessment model grouping, tetapi tidak otomatis berarti seluruh produk dapat menggunakan satu Sertifikat.
RF module, controller, frequency, transmission power, antenna, merek, tipe, dan country of manufacture tetap perlu dibandingkan.
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 menyediakan mekanisme tertentu bagi produk dengan fitur telekomunikasi di bawah 10 mW dan hanya satu fitur telekomunikasi yang sama agar satu Sertifikat dapat berlaku untuk lebih dari satu varian apabila seluruh kriterianya terpenuhi. JDIH Kemkomdigi
Proses Sertifikasi Remote Control Mainan
Proses sebaiknya dimulai dengan identifikasi exact model mainan dan remote controller yang akan diimpor atau dipasarkan.
Selanjutnya dilakukan review terhadap transmitter, receiver, operating frequency, transmission power, RF module, antenna, datasheet, dan RF test report.
Setelah konfigurasi radio diketahui, Standar Teknis dan kebutuhan pengujian dapat ditentukan.
Dokumen teknis dan administratif kemudian dipersiapkan untuk proses Sertifikasi DJID/SDPPI melalui mekanisme yang berlaku.
Masa Berlaku Sertifikat
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 mengatur bahwa Sertifikat tidak berbatas waktu.
Namun, pemegang Sertifikat dapat membuat, merakit, atau memasukkan perangkat untuk diperdagangkan dan/atau digunakan di Indonesia paling lama 3 tahun sejak Sertifikat diterbitkan. JDIH Kemkomdigi
Jika kegiatan tersebut dilanjutkan setelah periode tersebut, ketentuan mengenai pemenuhan Standar Teknis dan Sertifikat baru perlu diperhatikan.
Hal ini penting untuk importer yang melakukan shipment mainan remote control secara berkelanjutan.
Label Setelah Sertifikasi
Setelah Sertifikat diterbitkan, terdapat kewajiban regulatory marking.
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 memuat format yang mencakup Nomor Sertifikat dan PLG ID, QR Code, serta tanda peringatan. JDIH Kemkomdigi
Portal e-Sertifikasi DJID juga mencantumkan kewajiban pemegang Sertifikat untuk menerapkan Label, QR Code, dan Tanda Peringatan serta melaporkan pelaksanaannya paling lama 30 hari kerja sejak Sertifikat diterbitkan. e-Sertifikasi NextGen
Karena remote controller dan unit mainan dapat mempunyai ruang label yang berbeda, aspek labeling sebaiknya dipertimbangkan sejak sebelum mass production.
Remote Control dan SNI Mainan
Sertifikasi Postel/DJID berfokus pada fungsi komunikasi radio yang terdapat pada mainan.
Persyaratan keselamatan mainan merupakan aspek compliance yang berbeda.
Karena itu, Sertifikasi DJID untuk remote controller tidak otomatis menggantikan persyaratan SNI atau keselamatan produk mainan yang mungkin berlaku.
Sebaliknya, pemenuhan standar keselamatan mainan juga tidak otomatis menggantikan Sertifikasi Postel terhadap fungsi RF, Bluetooth, atau WiFi.
Mengapa Assessment Sebelum Import Penting?
Dua mainan dengan bentuk yang hampir sama dapat mempunyai controller, chipset, antenna, atau firmware berbeda.
Supplier juga dapat mengganti RF configuration untuk destination market atau production batch tertentu tanpa perubahan besar pada desain produk.
Assessment sebelum purchase order atau shipment membantu memastikan exact controller, frequency, transmission power, RF module, antenna, test report, dan kemungkinan grouping model.
Hal tersebut mengurangi risiko perbedaan antara actual product, controller, datasheet, laboratory report, packaging, dan data Sertifikat.
Kesimpulan
Remote control pada mainan anak merupakan bagian penting yang perlu diperiksa ketika produk menggunakan komunikasi radio.
Assessment tidak hanya melihat unit mainan, tetapi juga perlu mencakup remote controller, transmitter, receiver, operating frequency, transmission power, RF module, antenna, dan RF test report.
Permenkominfo Nomor 3 Tahun 2024 menjadi kerangka utama Sertifikasi perangkat telekomunikasi, sementara teknologi remote control yang termasuk Short Range Device perlu dinilai terhadap Standar Teknis yang relevan, termasuk KM Kominfo Nomor 260 Tahun 2024. JDIH Kemkomdigi
Technical assessment sebelum import atau mass production membantu memastikan konfigurasi remote control yang sebenarnya sesuai dengan proses Sertifikasi Postel/DJID.
Hubungi Biruni Consulting
Biruni Consulting membantu assessment dan sertifikasi DJID/SDPPI untuk mainan remote control dan berbagai produk wireless yang akan diimpor atau dipasarkan di Indonesia.
Layanan kami meliputi:
- Assessment kebutuhan sertifikasi DJID/SDPPI.
- Assessment transmitter dan receiver.
- Review spesifikasi RF.
- Analisis frekuensi dan daya pancar.
- Review dokumen teknis.
- Persiapan dokumen sertifikasi.
- Koordinasi pengujian apabila diperlukan.
- Pendampingan Sertifikasi DJID/SDPPI.
Jika Anda memiliki mainan remote control, Anda dapat menyiapkan foto produk, merek, model, datasheet, spesifikasi RF, dan datasheet modul wireless untuk dilakukan assessment awal terhadap kebutuhan Sertifikasi Postel.
